BANDA ACEH — Kabar baik datang dari Tanah Rencong. Putra Aceh, Brigjen Pol. Dedy Tabarani, resmi menyandang pangkat bintang satu dan dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh.
Penugasan ini dinilai bukan sekadar kenaikan pangkat, melainkan momentum penting bagi penguatan upaya pemberantasan narkotika di Aceh.
Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik Aceh, Drs. Isa Alima, menyambut penunjukan tersebut dengan harapan besar.
Menurutnya, kehadiran putra daerah di posisi strategis merupakan sinyal positif bagi penguatan koordinasi lintas sektor dan penegakan hukum di Aceh.
“Alhamdulillah, ini tentu memudahkan koordinasi. Putra daerah memahami karakter dan persoalan di wilayahnya. Namun yang paling ditunggu masyarakat adalah bukti nyata penegakan hukum yang adil, tegas, dan berani,” ujar Isa Alima.
Brigjen Pol. Dedy Tabarani dikenal sebagai perwira Polri yang meniti karier dari bawah melalui proses panjang dan disiplin.
Lahir di Banda Aceh, ia mengabdikan diri dalam berbagai penugasan hingga akhirnya meraih pangkat jenderal. Kembalinya Dedy ke Aceh sebagai Kepala BNNP dinilai sebagai pengabdian lanjutan untuk daerah asalnya.
Isa Alima menilai, tantangan narkotika di Aceh saat ini semakin kompleks dan mengancam sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Karena itu, kepemimpinan BNNP Aceh memiliki peran strategis dan tidak dapat dipandang sebagai jabatan administratif semata.
“Bintang di pundak itu adalah tanggung jawab moral. Ini tentang menyelamatkan anak-anak Aceh dari kehancuran akibat narkotika. Hukum harus hadir sebagai pelindung masyarakat,” tegasnya.
Ketua PBN Aceh itu juga berharap Brigjen Dedy mampu membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, ulama, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat. Menurutnya, perang melawan narkotika tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan pendekatan struktural tanpa sentuhan kultural.
“Aceh memiliki kearifan lokal dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Jika itu dirajut dengan penegakan hukum yang bersih dan tegas, maka upaya pemberantasan narkotika akan lebih efektif,” katanya.
Penunjukan Brigjen Pol. Dedy Tabarani sebagai Kepala BNNP Aceh juga dipandang sebagai bentuk kepercayaan negara kepada putra daerah untuk memikul tanggung jawab besar dalam menjaga masa depan bangsa.
Kini, masyarakat Aceh menaruh harapan pada langkah nyata, kerja yang jujur, dan keberanian dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, demi Aceh yang lebih aman dan terbebas dari ancaman narkotika.[]
