Bener Meriah — Dalam rangka membantu percepatan pemulihan kondisi kesehatan dan psikologis masyarakat terdampak bencana alam, Tim Kesehatan (Timkes) Penanggulangan Bencana Provinsi Aceh melaksanakan pelayanan terpadu di Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Posko Kesehatan Gabungan Kecamatan Mesidah dengan menyasar sejumlah titik pengungsian dan permukiman warga terdampak, di antaranya Desa Pantan Kuli serta Desa Cemparam Lama dan sekitarnya.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan dan pengobatan kesehatan masyarakat, pendampingan psikososial melalui play therapy (trauma healing) bagi anak-anak korban bencana, serta penyaluran bantuan perlengkapan sekolah.
Di Desa Pantan Kuli, Tim Kesehatan melaksanakan pelayanan medis sekaligus kegiatan trauma healing kepada sekitar 30 hingga 40 anak korban bencana. Anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan makan bersama guna mengembalikan rasa aman serta keceriaan pascabencana.
Selain itu, bantuan perlengkapan sekolah yang bersumber dari PNS Kodam Iskandar Muda turut disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di pengungsian.
Pelayanan serupa juga dilaksanakan di Kantor Desa dan halaman Desa Cemparam Lama. Kegiatan ini melibatkan warga dari Desa Cemparam Lama, Desa Cemparam Jaya, serta Desa Cemparam Pakat Jeroh, Kecamatan Mesidah.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, mengingat layanan kesehatan tersebut sangat dibutuhkan di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana.
Secara keseluruhan, sebanyak 167 warga tercatat menerima pelayanan kesehatan, terdiri atas 73 orang dewasa, 52 lanjut usia (lansia), serta 42 anak dan balita.
Adapun penyakit yang paling banyak ditangani meliputi hipertensi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam, diare, gatal-gatal, dispepsia, serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan 37 personel Tim Kesehatan gabungan yang terdiri dari tenaga medis Kecamatan Mesidah, bidan desa, perawat puskesmas, tenaga kesehatan Poskes Bener Meriah Kesdam Iskandar Muda, dokter umum relawan, serta relawan dari komunitas Aceh.
Unsur TNI dari Koramil 01/Bandar bersama Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 02/Bandar turut berperan aktif dalam membantu kelancaran kegiatan dan pendampingan masyarakat di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat terdampak bencana dapat terus terjaga, sekaligus membantu pemulihan mental dan psikologis, khususnya bagi anak-anak.
Sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam penanggulangan bencana di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Bener Meriah.[]
