Banda Aceh – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, SMA Negeri 13 Banda Aceh berkolaborasi dengan Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan religius berupa pembacaan Surah Yasin, tausiyah keagamaan, serta santunan anak yatim, Jumat (6/2/2026), di Mushalla SMA Negeri 13 Banda Aceh.
Acara tersebut diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan, serta dihadiri para dai dan daiyah dari Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh.
Sejak awal acara, suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa, mulai dari pembacaan Surah Yasin secara berjemaah hingga penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.
Kepala Badan Dakwah DSI Kota Banda Aceh, Irwanda M. Djamil, S.Ag, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya memuliakan dan memperhatikan anak yatim sebagai bagian dari ajaran Islam yang memiliki nilai sosial dan spiritual yang tinggi.
“Santunan anak yatim bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga wujud kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab bersama terhadap masa depan mereka,” ujarnya.
Rangkaian dilanjutkan dengan tausiyah bertema “Persiapan Fisik dan Mental Menyambut Bulan Ramadan serta Mempersiapkan Diri Menjadi Muslim Berkarakter Taqwa.”
Ustazah Fauziah Adnan menyampaikan materi fikih Ramadan, meliputi rukun puasa, sunnah-sunnah puasa, serta hal-hal yang membatalkan puasa.
Ia mengajak para siswa memahami ibadah puasa secara utuh agar dapat dilaksanakan dengan benar dan penuh kesadaran.
Sementara itu, Ustaz Rahmat Riski menekankan pentingnya membentuk pribadi muslim yang bertakwa dengan mengenal Allah SWT, memahami makna takwa, mengetahui ciri-ciri orang bertakwa, serta konsisten menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMA Negeri 13 Banda Aceh, Dini Milia, S.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh karakter yang baik.
“Ramadan adalah momentum strategis untuk membentuk karakter siswa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, kepedulian sosial, serta ketaatan beribadah sebagai bekal masa depan mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya bertugas mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.
Sebagai wujud kepedulian sosial, panitia memberikan santunan kepada 10 orang anak yatim.
Selain itu, empat mushaf Al-Qur’an diserahkan kepada siswa-siswi yang mampu menjawab pertanyaan dari para ustaz dan ustazah.
Dalam kesempatan tersebut, kepala dinas pendidikan Aceh Murtalamuddin juga menyampaikan pesan pentingnya penguatan karakter siswa SMA, meliputi sikap disiplin, jujur, taat kepada orang tua, kuat dalam ibadah, serta memiliki intelektualitas yang baik.
“Untuk melahirkan generasi yang berakhlak kuat, berwawasan luas, dan berdaya saing, sekolah perlu bersinergi dengan para dai dan daiyah Dinas Syariat Islam serta lembaga terkait lainnya,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 13 Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan karakter berbasis nilai-nilai keislaman, guna melahirkan generasi muda yang religius, berkarakter kuat, dan siap menyongsong masa depan.[]
