Kepala BNN Pimpin Delegasi RI di CND Wina, Dorong Pendekatan Berimbang Penanganan Narkotika

Editor: Syarkawi author photo

 


JAKARTA — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, memimpin delegasi Republik Indonesia dalam Sesi ke-69 Commission on Narcotic Drugs (CND) yang berlangsung di Wina, Austria. Keikutsertaan Indonesia dalam forum yang diselenggarakan oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat upaya global menghadapi permasalahan narkotika.

Dalam forum yang berlangsung hingga 14 Maret 2026 tersebut, Kepala BNN menyampaikan National Statement yang menekankan pentingnya pendekatan berimbang dalam penanganan narkotika. 

Pendekatan tersebut meliputi pengurangan pasokan dan permintaan secara simultan, penguatan kerja sama internasional, pengedepanan nilai kemanusiaan, serta pengembangan layanan rehabilitasi berbasis bukti.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN juga membuka side event seminar bertema “Vape and Narcotics: A Bad Combination – Addressing Narcotics-Contaminated Vaping Products through Preventive, Regulatory and Cooperative Frameworks.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh BNN dengan dukungan Pemerintah Singapura, Thailand, Kantor Regional UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik di Bangkok, serta Belgia.

Side event tersebut membahas meningkatnya tren penyalahgunaan perangkat rokok elektronik (vape) sebagai media konsumsi narkotika dan zat psikoaktif lainnya. Fenomena ini menjadi tantangan baru karena cairan vape yang terkontaminasi narkotika berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius serta menyulitkan proses deteksi dan pengawasan.

Melalui forum tersebut, para peserta juga mendorong penguatan regulasi, pengembangan sistem peringatan dini, serta peningkatan kerja sama internasional dalam menghadapi tren penyalahgunaan vape yang terkontaminasi narkotika.

Selain itu, Kepala BNN juga membuka pameran yang diselenggarakan Pemerintah Republik Indonesia bertema “Enhancing International Cooperation for Future Development Starting from Children: ‘Ananda Bersinar’ to Address Drug Challenges.” Pameran ini menampilkan berbagai karya masyarakat binaan BNN yang diarahkan untuk menjadi mandiri dan produktif, sekaligus sebagai upaya melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari ancaman narkotika melalui program Ananda Bersinar.

Dalam agenda lainnya, Kepala BNN turut menghadiri proses pemungutan suara terkait perubahan penggolongan beberapa zat berbahaya, di antaranya coca leaf, MDMB-FUBINACA, N-pyrrolidino isotonitazene, dan N-desethyl etonitazene, sebagai bagian dari mekanisme internasional dalam pengawasan zat berbahaya.

Partisipasi aktif Indonesia dalam Sesi ke-69 CND tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kerja sama internasional serta mengedepankan pendekatan komprehensif dalam menghadapi tantangan narkotika yang semakin kompleks di tingkat global.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini