ACEH BESAR – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Kemukiman Lambaro, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (15/3/2026).
Ratusan anak yatim dan piatu berkumpul dalam kegiatan santunan dan buka puasa bersama yang digelar Anggota DPRA, Munawar AR, yang akrab disapa Ngohwan.
Kegiatan ini menjadi momen istimewa di bulan suci Ramadhan, tidak hanya sebagai ajang berbagi, tetapi juga mempererat silaturahmi antara masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Tgk Ramli selaku Imum Syik Masjid Kemukiman Lambaro, dengan harapan keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh masyarakat.
Sekretaris Mukim Lambaro, Fajri, S.H.I., menyampaikan bahwa sebanyak 105 anak yatim dan piatu berusia di bawah 17 tahun menerima santunan dalam kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada anak-anak, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini. Anak-anak yatim sangat membutuhkan perhatian, apalagi dalam menyambut Lebaran. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi mereka,” ujarnya.
Ia juga mengajak para dermawan lainnya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial serupa guna menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Munawar AR menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bagian dari program rutin kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Aceh selama bulan Ramadhan. Program tersebut merupakan implementasi dari arahan pimpinan partai agar selalu hadir di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjalankan politik kehadiran, yakni hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi pelayan bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran kader partai tidak hanya dalam konteks politik, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan piatu.
Menurutnya, menjaga kebahagiaan anak yatim, terutama di momen Idul Fitri, merupakan hal yang sangat penting.
“Lebaran adalah hari yang penuh kebahagiaan. Kita tentu tidak ingin ada anak yatim yang bersedih. Mereka berhak merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh keakraban. Tawa dan senyum anak-anak yatim menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian dan kebersamaan mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana namun bermakna.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa berbagi di bulan Ramadhan bukan hanya tentang memberi, tetapi juga menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi sesama.[]
