Polres Nagan Raya dan DLHK Cek Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tadu, Sampel Air Diuji Laboratorium

Editor: Syarkawi author photo

 


NAGAN RAYA – Menindaklanjuti pemberitaan media terkait dugaan pencemaran lingkungan di aliran Sungai Krueng Tadu, jajaran Polres Nagan Raya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Nagan Raya melakukan pengecekan lapangan, Kamis (26/3/2026).

Langkah tersebut dilakukan setelah beredar informasi mengenai ditemukannya sejumlah ikan dan hewan milik warga yang mati di sekitar aliran sungai, yang diduga berkaitan dengan limbah aktivitas perusahaan di wilayah Kecamatan Tadu Raya.

Kapolres Nagan Raya melalui Kasat Reskrim, Muhammad Rizal, menjelaskan bahwa tim dari Unit Tipidter bersama DLHK langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi serta mengumpulkan bahan keterangan awal.

“Tim telah mendatangi lokasi perusahaan dan melakukan pemantauan kondisi aliran sungai, termasuk mengamati warna dan bau air di Sungai Krueng Tadu,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga mengambil sampel air dari sejumlah titik, yakni dari aliran outfall, outlet, serta badan Sungai Krueng Tadu. 

Sampel tersebut selanjutnya diserahkan untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui ada atau tidaknya indikasi pencemaran.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan serah terima sampel baku mutu air untuk diuji kualitasnya oleh pihak berwenang. 

Langkah ini merupakan bagian dari proses penyelidikan awal untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat.

Ke depan, Polres Nagan Raya akan melakukan sejumlah tindak lanjut, antara lain penyusunan administrasi penyelidikan, pengujian sampel di laboratorium, serta klarifikasi terhadap pihak perusahaan, warga sekitar, dan aparatur desa. Koordinasi juga akan dilakukan dengan instansi terkait di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Hasil dari seluruh rangkaian penyelidikan nantinya akan digelar untuk menentukan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam dugaan pencemaran tersebut.

Polres Nagan Raya menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis hasil pemeriksaan ilmiah, sehingga dapat memberikan kepastian kepada masyarakat terkait kondisi lingkungan di wilayah tersebut.

Saat ini, situasi di lokasi terpantau kondusif, sementara hasil uji laboratorium masih dalam proses pemeriksaan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini