Remaja 14 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Timur Pangandaran, Polisi Lakukan Pencarian

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDUNG — Kecelakaan laut terjadi di kawasan Pantai Timur Pangandaran, tepatnya di depan Piamari, Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan seorang remaja berusia 14 tahun hilang terseret arus, sementara satu korban lainnya berhasil diselamatkan.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa korban yang hingga kini belum ditemukan bernama Muhamad Luthfi Padilah (14), pelajar asal Dusun Kalapa Tiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran. Sementara korban selamat, Muhamad Harian Azam (11), juga berasal dari desa yang sama.

Berdasarkan keterangan saksi, Yahdi Muhajatun Arifin (16), kejadian bermula saat ia bersama kedua korban berada di area pantai yang bukan merupakan zona wisata maupun lokasi yang diperuntukkan untuk berenang. 

Kedua korban diketahui berenang di sekitar area pemecah ombak (breakwater), sementara saksi berada di atas struktur tersebut.

Tidak lama kemudian, ombak tinggi dan arus kuat menyeret kedua korban ke tengah laut. Saksi sempat berupaya memberikan pertolongan dengan berenang ke arah korban. Namun, dalam proses penyelamatan, salah satu korban terlepas akibat kuatnya arus.

Saksi berhasil menyelamatkan Azam ke tepi pantai, sementara korban Luthfi tidak kembali terlihat di permukaan. Warga sekitar kemudian turut membantu melakukan pencarian.

Kapolres Pangandaran, Ikrar Potawari, menjelaskan bahwa lokasi kejadian bukan merupakan kawasan resmi untuk aktivitas wisata atau berenang, sehingga tidak terdapat pengawasan saat peristiwa terjadi.

“Lokasi ini merupakan area pinggir pantai kampung, bukan zona wisata, dan saat kejadian dalam kondisi sepi tanpa pengawasan petugas,” ujarnya.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan, mendatangi serta mengolah tempat kejadian perkara (TKP), hingga berkoordinasi dengan tim gabungan dalam proses pencarian korban.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berenang di lokasi yang tidak ditetapkan sebagai zona aman, terlebih dalam kondisi cuaca dengan ombak tinggi dan arus kuat.

“Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan,” tambahnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini