Aceh Besar — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Aceh, Tengku Ahmada MZ, menghadiri acara doa bersama dan buka puasa bersama dalam rangka memperingati Haul ke-20 almarhum Abi Razami Yahya yang digelar di Dayah Asaasunnajah, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dengan dihadiri para ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, serta ratusan santri dan jamaah dari berbagai daerah di Aceh. Momentum haul ini menjadi ajang untuk mengenang jasa serta perjuangan almarhum Abi Razami Yahya dalam mengembangkan pendidikan agama dan membina umat di Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Tgk Ahmada menyampaikan bahwa peringatan haul bukan sekadar mengenang sosok ulama yang telah wafat, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, serta dedikasi para ulama dalam membangun masyarakat yang berlandaskan ajaran Islam.
Menurutnya, ulama memiliki peran penting dalam menjaga akhlak dan moral masyarakat, khususnya di Aceh yang dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.
“Para ulama adalah penerang bagi umat. Melalui kegiatan seperti ini, kita diingatkan kembali untuk meneladani perjuangan dan keikhlasan mereka dalam mendidik generasi muda serta membangun peradaban Islam yang kuat,” ujar Tgk Ahmada.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan dayah atau pesantren di Aceh merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk karakter generasi muda. Dayah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi pusat pembinaan moral, spiritual, dan sosial bagi masyarakat.
Haul ke-20 Abi Razami Yahya ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiyah agama, doa bersama, hingga buka puasa bersama yang diikuti oleh ratusan jamaah.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para tamu undangan, ulama, dan masyarakat duduk bersama menjelang waktu berbuka puasa. Momentum tersebut menjadi simbol persatuan dan ukhuwah Islamiyah yang terus terjaga dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada ulama, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara tokoh masyarakat, ulama, dan pemerintah. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan kuatnya ikatan masyarakat Aceh dengan tradisi keagamaan yang telah mengakar sejak lama.
Bagi masyarakat sekitar, sosok Abi Razami Yahya dikenal sebagai ulama yang sederhana namun memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan Islam. Melalui Dayah Asaasunnajah, beliau telah melahirkan banyak santri yang kini turut berkontribusi dalam dakwah dan pendidikan di berbagai daerah.
Kegiatan haul ini diharapkan terus menjadi tradisi yang menghidupkan nilai-nilai keislaman, mempererat silaturahmi, serta menjadi sarana mengenang dan melanjutkan perjuangan para ulama dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik.[]
