BGN Nilai SPPG Panembahan Yogyakarta Layak Jadi Contoh Nasional Pengelolaan Layanan Gizi

Editor: Syarkawi author photo

 

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, saya meninjau SPPG Panembahan, Kraton, Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: BGN

YOGYAKARTA — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, menilai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panembahan, Kraton, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai salah satu contoh terbaik dalam penerapan standar operasional layanan gizi.

Penilaian tersebut disampaikan setelah ia melakukan peninjauan langsung ke fasilitas SPPG Panembahan. 

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap lokasi tersebut bukan karena adanya permasalahan, melainkan karena kualitas pengelolaannya yang dinilai sangat baik.

“SPPG Panembahan, Kraton, D.I.Y menjadi salah satu yang menyita perhatian saya. Bukan karena masalah, tetapi karena kualitasnya,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, dari sisi kebersihan dan penataan ruang, seluruh aspek operasional telah dijalankan sesuai standar yang ditetapkan. 

Mulai dari alur masuk bahan, ruang produksi, pemorsian, hingga area pencucian, semuanya tertata rapi dan memiliki fungsi yang jelas.

“Semua sudah berjalan sangat baik dan sesuai petunjuk teknis dari BGN,” jelasnya.

Ia juga menyoroti sistem pengelolaan limbah yang dinilai telah memenuhi standar, termasuk penggunaan penyaring lemak pada saluran pembuangan.

“Yang paling penting, pengelolaan limbahnya juga sudah benar. Saluran pembuangan dilengkapi saringan lemak sehingga tidak ada residu yang ikut ke pembuangan akhir,” ungkapnya.

Menurut Sony, hal tersebut menunjukkan bahwa standar operasional tidak hanya diterapkan pada area utama, tetapi juga pada sistem pendukung yang sering kali terabaikan.

Ia menegaskan, SPPG Panembahan layak dijadikan rujukan bagi pengembangan SPPG di daerah lain, khususnya dalam menjaga layanan gizi yang higienis dan sesuai prosedur.

“Kalau standar dijalankan dengan disiplin, hasilnya akan terlihat: bersih, tertib, dan sesuai prosedur. Ini bisa menjadi acuan bersama,” tegasnya.

Penilaian ini diharapkan dapat mendorong peningkatan standar pengelolaan SPPG secara nasional, seiring penguatan program pemenuhan gizi masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini