Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh menerima kunjungan kerja Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) dalam rangka mematangkan program edukasi lingkungan yang berfokus pada pelestarian Ekosistem Leuser tahun 2026.
Pertemuan strategis yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Aceh tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pendidikan lingkungan hidup.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, menyambut langsung kehadiran Sekretaris HAkA, Badrul Irvan, bersama tim.
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif dengan fokus pada evaluasi serta kelanjutan nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah langkah konkret untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam sistem pembelajaran di Aceh.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian Ekosistem Leuser, yang dikenal sebagai salah satu kawasan hutan hujan tropis terakhir di dunia dengan keanekaragaman hayati tinggi.
Murthalamuddin menegaskan bahwa pendidikan lingkungan bukan sekadar materi tambahan, tetapi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang peduli terhadap alam.
“Pendidikan lingkungan harus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Badrul Irvan menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Pendidikan Aceh selama ini. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat melalui program yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Beberapa program yang direncanakan antara lain pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pelatihan guru, penyediaan materi edukasi konservasi, serta kegiatan lapangan yang melibatkan siswa secara langsung dalam upaya pelestarian alam.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan semangat program “Aceh Caroeng” yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat peran pendidikan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga non-pemerintah seperti HAkA, diharapkan upaya pelestarian Ekosistem Leuser dapat berjalan lebih efektif melalui pendekatan edukatif yang menyasar generasi muda.[]
