![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthala Murthalamuddin, menerima kunjungan tim OJK Aceh untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi guru dan siswa SMA/SMK di Aceh |
BANDA ACEH – Upaya membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial terus diperkuat melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan Aceh dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh.
Hal ini terlihat dalam pertemuan antara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthala Murthalamuddin, dengan tim OJK Aceh di Banda Aceh, Rabu (15/4/2026), yang membahas penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi guru dan siswa SMA/SMK.
Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret dalam mendorong pemahaman keuangan sejak dini di kalangan pelajar.
Program yang dirancang tidak hanya berfokus pada sosialisasi teori, tetapi juga menekankan pendekatan praktis agar siswa dapat mengenal dunia keuangan secara langsung.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai literasi keuangan sebagai keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda di tengah dinamika ekonomi saat ini.
“Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan hidup, termasuk bagaimana mengelola keuangan secara bijak,” ujarnya.
Sementara itu, OJK Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di berbagai lapisan masyarakat, khususnya pelajar.
Melalui kerja sama ini, siswa akan diperkenalkan tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui kunjungan langsung ke lembaga jasa keuangan dan perbankan.
Program ini diharapkan memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam memahami sistem keuangan, mengenal produk perbankan, serta meningkatkan kepercayaan terhadap lembaga keuangan formal yang diawasi regulator.
Selain itu, guru juga akan dibekali materi agar dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan sekolah, sehingga edukasi keuangan dapat berjalan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam proses pembelajaran.
Kolaborasi Disdik Aceh dan OJK Aceh ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bijak dalam pengelolaan keuangan.
Melalui program ini, diharapkan lahir generasi Aceh yang mandiri, cerdas finansial, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.[]
