Simeulue – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Simeulue menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah gerak politik partai di tingkat daerah.
Agenda lima tahunan yang digelar pada Selasa, 21 April 2026 ini tidak hanya berfokus pada pergantian kepemimpinan, tetapi juga menegaskan komitmen PKB dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW PKB Aceh, Ruslan Daud atau yang akrab disapa HRD. Kehadirannya memberikan energi sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai di wilayah kepulauan tersebut.
Dalam arahannya, HRD menegaskan bahwa Muscab harus dimaknai sebagai ajang konsolidasi menyeluruh, bukan sekadar memilih ketua baru.
“Muscab ini harus melahirkan kepengurusan yang solid dan benar-benar bekerja untuk rakyat. PKB harus menjadi motor penggerak pembangunan di Simeulue. Jangan hanya sibuk dengan urusan internal, tetapi turun langsung ke masyarakat dan dengarkan kebutuhan mereka,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama PKB terletak pada kedekatan dengan masyarakat akar rumput, mulai dari kampung-kampung, lingkungan dayah, kalangan petani, hingga pedagang kecil.
Karena itu, ia meminta kepengurusan baru segera merapikan struktur organisasi hingga ke tingkat desa.
“Rangkul semua elemen. Kita besar karena dekat dengan umat. Struktur harus hidup sampai ke bawah, bukan hanya di atas kertas,” ujarnya yang disambut antusias peserta.
Selain penguatan struktur, HRD juga menyoroti pentingnya regenerasi dalam tubuh partai. Ia mendorong keterlibatan aktif generasi muda serta tokoh adat dalam kepengurusan sebagai bagian dari penguatan organisasi.
“Anak muda jangan hanya jadi pelengkap. Libatkan mereka dalam struktur dan proses pengambilan keputusan. Mereka adalah energi baru untuk membawa partai ini lebih maju,” tambahnya.
Suasana Muscab berlangsung khidmat dengan nuansa hijau khas PKB yang mendominasi ruangan. Panggung utama dihiasi backdrop bertuliskan “Musyawarah Cabang PKB Kabupaten Simeulue” dengan tagline “Bersama Memajukan Pembangunan Simeulue”, memperkuat semangat kebersamaan dalam forum tersebut.
Muscab kali ini mengusung tiga agenda utama, yakni evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa, serta regenerasi kepemimpinan melalui pemilihan ketua dan formatur baru DPC PKB Simeulue.
Menutup arahannya, HRD mengingatkan seluruh kader untuk menjaga soliditas pasca-Muscab.
“Perbedaan pilihan itu hal biasa dalam demokrasi. Namun setelah Muscab selesai, semua harus kembali bersatu dalam satu barisan. Kita punya tujuan besar, yaitu membangun Simeulue yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Dengan semangat konsolidasi dan komitmen yang ditegaskan dalam Muscab ini, PKB diharapkan mampu memainkan peran strategis sebagai motor pembangunan daerah sekaligus menjadi jembatan aspirasi masyarakat di Simeulue.[]
