KOTA JANTHO — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar kembali melanjutkan penertiban bangunan liar milik pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Laksamana Malahayati, Kecamatan Baitussalam, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari operasi sebelumnya dengan menyasar sejumlah titik yang belum sempat ditertibkan.
Penertiban yang dimulai sejak pagi hari tersebut melibatkan unsur Forkopimcam Baitussalam serta mendapat dukungan dari Polisi Militer (POM).
Di lapangan, petugas masih menemukan berbagai jenis bangunan non permanen yang digunakan untuk berdagang, seperti lapak ikan, warung minuman, kios kelontong, hingga tenda dan kanopi yang berdiri di badan maupun bahu jalan.
Meski telah diberikan teguran sebelumnya, sebagian pedagang masih bertahan dan tetap beraktivitas di lokasi tersebut sehingga penertiban harus dilakukan.
Kasatpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir, melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, Suhaimi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menata kawasan publik agar lebih tertib dan nyaman.
“Penertiban ini dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan, sekaligus menjaga ketertiban umum serta kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan,” ujar Suhaimi.
Ia menjelaskan, sebelum pembongkaran dilakukan, petugas terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk mengosongkan lapak dan mengamankan barang dagangan mereka.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis. Pedagang diberi waktu untuk memindahkan barang-barangnya agar tidak rusak atau hilang,” jelasnya.
Setelah itu, petugas melakukan pembongkaran terhadap bangunan non permanen seperti lapak kayu dan tenda terpal yang dinilai melanggar aturan.
Petugas juga mengingatkan para pedagang agar tidak kembali mendirikan bangunan di lokasi tersebut karena kawasan itu bukan diperuntukkan sebagai tempat berjualan.
Suhaimi menyebutkan, pelaksanaan penertiban berlangsung aman dan kondusif, meskipun ada beberapa pedagang yang meminta tambahan waktu untuk membongkar lapak secara mandiri.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan tertib. Kami tetap mengedepankan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah bangunan liar lainnya di sepanjang jalur tersebut yang akan menjadi target penertiban selanjutnya.
“Penertiban ini akan terus berlanjut hingga kawasan ini benar-benar bersih dari bangunan liar,” pungkasnya. []
