![]() |
| Yusri Yusuf dan M. Isa Alima |
Banda Aceh – Terpilihnya kembali Yusri Yusuf sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) periode 2026–2031 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya disampaikan pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, M. Isa Alima.
Dalam keterangannya, Isa Alima menilai pemilihan kembali Yusri Yusuf secara aklamasi mencerminkan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan yang dinilai telah teruji.
“Ini bukan sekadar proses pemilihan, tetapi penegasan bahwa kepemimpinan dengan rekam jejak dan komitmen terhadap adat masih menjadi harapan bersama masyarakat Aceh,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keberlanjutan kepemimpinan tersebut, sembari menekankan pentingnya penguatan peran MAA di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Menurutnya, MAA harus mampu tampil tidak hanya sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai institusi yang relevan dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Adat Aceh harus hidup dan hadir dalam setiap sendi kehidupan. Bukan hanya menjadi simbol, tetapi menjadi solusi—baik dalam menjaga harmoni sosial, menyelesaikan konflik, maupun membentuk karakter generasi ke depan,” tegasnya.
Isa Alima berharap, di bawah kepemimpinan Yusri Yusuf, MAA dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta memperluas peran hingga ke tingkat gampong. Ia menilai tantangan ke depan menuntut lembaga adat untuk lebih adaptif tanpa kehilangan jati diri.
“Adat tidak boleh tertinggal oleh zaman. Ia harus berjalan seiring, bahkan menjadi penuntun arah dalam perubahan. Di situlah marwah Aceh dijaga,” tambahnya.
Apresiasi tersebut mencerminkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat yang berharap MAA semakin kokoh sebagai penjaga nilai, penguat identitas, serta pilar penting dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.[]
