Tinjau RSUD, Asisten III Sekda Aceh Besar Pastikan Pelayanan Kembali Normal Pasca Aksi Nakes

Editor: Syarkawi author photo

 


Kota Jantho — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bergerak cepat memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Besar kembali normal setelah sempat terganggu akibat aksi mogok kerja tenaga kesehatan (nakes).

Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Bidang Administrasi, Abdullah, S.Sos., bersama Kabag Hukum Setdakab Aceh Besar, Rafzan Amin, S.H., M.M., turun langsung meninjau kondisi rumah sakit, Selasa (21/4/2026), guna memastikan layanan kepada masyarakat kembali berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Abdullah memastikan seluruh aktivitas pelayanan di RSUD Aceh Besar telah kembali normal. Para dokter, baik spesialis maupun umum, sudah kembali menjalankan tugas dan melayani pasien.

“Hari ini pelayanan sudah normal kembali. Kami juga telah berkomunikasi langsung dengan para dokter, dan Alhamdulillah mereka sudah bekerja seperti biasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, seluruh unit pelayanan telah beroperasi, mulai dari poli rawat jalan, instalasi rawat inap, hingga Unit Gawat Darurat (UGD). 

Kondisi ini menunjukkan situasi rumah sakit mulai stabil setelah sempat mengalami gangguan.

Terkait ketersediaan obat, Abdullah menyebutkan secara umum stok dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun, terdapat beberapa jenis obat tertentu yang masih terbatas karena proses pengadaan dan distribusi.

“Stok obat secara umum aman. Hanya beberapa jenis yang masih terbatas karena proses pemesanan dan distribusi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa persoalan jasa medis (jasmed) dan klaim BPJS yang menjadi salah satu pemicu aksi sebelumnya sedang dalam proses penyelesaian.

Selain itu, penyesuaian regulasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga tengah dilakukan sebagai bagian dari pembenahan sistem keuangan rumah sakit.

“Untuk jasmed dan BPJS, saat ini sedang kita upayakan penyelesaiannya, termasuk penyesuaian regulasi BLUD. Namun, semuanya membutuhkan proses administrasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kabag Hukum Setdakab Aceh Besar, Rafzan Amin, mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap bersabar dan menjaga profesionalitas dalam memberikan pelayanan.

“Insya Allah sebelum April berakhir, kita upayakan persoalan ini selesai. Kami berharap nakes tetap fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur RSUD Aceh Besar, dr. Bunaiya Putra, M.K.M., memberikan klarifikasi terkait isu kekosongan obat yang sempat beredar. Ia menegaskan bahwa hanya beberapa jenis obat tertentu yang terbatas, seperti insulin dan obat khusus lainnya.

“Memang ada obat pengganti dengan kandungan yang sama, tetapi tidak semua pasien cocok dengan merek berbeda. Hal ini sudah kami laporkan ke dinas terkait,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak rumah sakit terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan obat sesuai kebutuhan pasien, khususnya untuk kasus-kasus yang memerlukan terapi spesifik.

Meski sempat terjadi gangguan, dr. Bunaiya memastikan saat ini seluruh layanan di RSUD Aceh Besar telah kembali berjalan normal, baik di poli, rawat inap, maupun layanan penunjang lainnya.

“Alhamdulillah seluruh layanan sudah berjalan kembali. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap kondisi ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan, sekaligus memastikan hak masyarakat dalam memperoleh layanan medis tetap terpenuhi secara optimal tanpa hambatan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini