Video Siswi Jambak Guru di Langsa Viral, Picu Keprihatinan Publik

Editor: Syarkawi author photo

 

Suasana mencekam di ruang kelas saat seorang siswi terlibat aksi fisik dengan gurunya di Kota Langsa, peristiwa ini viral dan memicu keprihatinan publik terhadap etika di dunia pendidikan, Jum"at (24/4/2026)

Langsa — Sebuah video yang memperlihatkan insiden antara seorang guru perempuan dengan siswinya di Langsa viral di media sosial pada Jumat (24/4/2026) dan memicu reaksi luas dari masyarakat.

Dalam rekaman tersebut, suasana kelas yang awalnya berlangsung normal mendadak berubah tegang. 

Insiden bermula dari perselisihan antar siswi. Guru yang berada di lokasi berupaya melerai dan menenangkan situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Namun, respons yang muncul justru tidak terduga. Salah satu siswi terlihat emosional, berbicara dengan nada tinggi, hingga melakukan tindakan fisik dengan menjambak rambut gurunya. 

Kejadian itu mengejutkan siswa lain di dalam kelas, sebagian tampak panik sementara lainnya hanya menyaksikan.

Peristiwa ini menuai keprihatinan dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai kejadian tersebut sebagai cerminan menurunnya nilai etika dan penghormatan terhadap guru. 

Di sisi lain, ada pula yang menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam menangani konflik di lingkungan sekolah.

Sejumlah warganet menyoroti peran keluarga dalam membentuk karakter anak sejak dini. Pendidikan etika, empati, serta pengendalian emosi dinilai perlu ditanamkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan rumah.

Kejadian ini juga memunculkan diskusi mengenai pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam dunia pendidikan. 

Guru diharapkan mampu memahami kondisi psikologis siswa, sementara siswa perlu dibekali kemampuan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah terkait kronologi lengkap maupun langkah penanganan yang akan diambil. 

Publik berharap kasus ini dapat diselesaikan secara bijak dengan tetap memperhatikan aspek pembinaan terhadap siswa serta perlindungan bagi tenaga pendidik.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar dan membangun karakter. 

Diperlukan evaluasi bersama dari seluruh elemen pendidikan agar nilai-nilai saling menghormati tetap terjaga.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini