Aceh — Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan aksi penipuan yang mencatut nama pejabat daerah.
Kali ini, pelaku diduga mengatasnamakan Ketua DPRA, Zulfadhli, untuk melancarkan aksinya.
Informasi yang beredar menyebutkan, pelaku menggunakan foto seorang pria yang diduga berasal dari wilayah Samalanga dengan latar bendera Aceh sebagai identitas pada aplikasi WhatsApp.
Dengan modus tersebut, pelaku menghubungi sejumlah pihak dan meminta nomor rekening, dengan dalih akan memberikan bantuan rezeki untuk “peumulia jamee” serta anak yatim.
Namun, berdasarkan dugaan sementara, nomor WhatsApp yang digunakan bukan merupakan kontak resmi Ketua DPRA.
Pelaku diduga sengaja menyamar menggunakan identitas tokoh publik guna meyakinkan calon korban demi kepentingan pribadi.
Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap permintaan mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan pengiriman data pribadi maupun nomor rekening.
Verifikasi langsung kepada pihak terkait sangat dianjurkan sebelum mengambil keputusan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa modus penipuan digital kian beragam dan memanfaatkan kepercayaan masyarakat dengan mencatut nama tokoh penting.
Aparat penegak hukum diharapkan segera menindaklanjuti dugaan tersebut guna mencegah jatuhnya korban.[]
