FRIC Serukan Pengawalan Ketat Sidang Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Editor: Syarkawi author photo

 


INDRAMAYU – Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC) H. Dian Surahman bersama Sekretaris Jenderal DPP FRIC H. Deden Hardening menyerukan kepada masyarakat, aktivis sosial, tokoh pemuda, dan berbagai elemen penggiat keadilan untuk terus mengawal jalannya sidang kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu yang dijadwalkan kembali digelar pada Rabu (13/5/2026).

Kasus tragis yang menggemparkan masyarakat tersebut dinilai sebagai kejahatan luar biasa yang melukai rasa kemanusiaan dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat luas.

Karena itu, pengawalan publik terhadap proses persidangan dianggap penting agar hukum ditegakkan secara adil dan transparan.

Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman menegaskan tidak boleh ada ruang bagi upaya yang mencoba melemahkan tuntutan keadilan terhadap pelaku pembunuhan tersebut.

“Kami meminta seluruh masyarakat untuk terus mengawal jalannya sidang hingga tuntas. Jangan sampai ada intervensi, permainan hukum, ataupun upaya meringankan pelaku yang telah menghilangkan nyawa satu keluarga. Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, tetapi tragedi kemanusiaan yang harus dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Senada dengan itu, Sekjen DPP FRIC H. Deden Hardening mengingatkan seluruh pihak agar tidak mencoba membela tindakan yang dinilai telah menimbulkan luka mendalam bagi masyarakat.

“Kami tegaskan, jangan membela pembunuh. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan tersebut. Siapa pun yang mencoba memutarbalikkan fakta atau menggiring opini demi meringankan pelaku berarti telah melukai rasa keadilan masyarakat dan mengkhianati nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, agenda sidang pada Rabu mendatang menjadi momentum penting dalam mengungkap fakta-fakta lebih mendalam terkait kasus tersebut.

Karena itu, kehadiran masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial dinilai diperlukan agar proses hukum berjalan objektif, terbuka, dan bebas dari tekanan pihak mana pun.

FRIC juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak mudah terprovokasi, namun tetap kritis dalam mengawal proses hukum hingga majelis hakim menjatuhkan putusan yang adil bagi para korban.

Publik berharap majelis hakim dapat memberikan hukuman maksimal yang setimpal dengan beratnya perbuatan pelaku, sehingga rasa keadilan benar-benar dirasakan keluarga korban dan masyarakat luas.

Hingga kini, gelombang dukungan moral dan seruan pengawalan terhadap kasus tersebut terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini