BANDUNG — Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin kegiatan halalbihalal bersama keluarga besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) serta Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, Selasa (5/5/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 4 Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat.
Acara tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi pasca-Hari Raya Idulfitri sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan organisasi keluarga besar purnawirawan dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat.
Dalam kegiatan itu, Kapolda Jabar didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jabar, di antaranya Irwasda, Karo SDM, Dirintelkam, Dirbinmas, dan Kabid Humas. Kehadiran jajaran pimpinan tersebut mencerminkan komitmen Polda Jabar dalam merangkul organisasi mitra strategis Polri.
Suasana hangat dan penuh keakraban tampak dalam pertemuan tersebut, di mana para pengurus FKPPI dan KBPP Polri berdialog langsung dengan Kapolda Jabar.
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan pentingnya peran strategis FKPPI dan KBPP Polri sebagai mitra kepolisian di tengah masyarakat. Ia menyebut, anggota kedua organisasi tersebut diharapkan menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Seluruh anggota FKPPI dan KBPP Polri harus mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Kapolda juga menekankan pentingnya nilai kearifan lokal melalui filosofi “Sauyunan Jaga Lembur”, yang mengandung makna kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga lingkungan.
“Semangat sauyunan ini sangat relevan untuk memastikan setiap wilayah tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, peran menjaga keamanan bukan sekadar imbauan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran dan komitmen.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polda Jabar dengan FKPPI dan KBPP Polri semakin solid, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini melalui kolaborasi dan kebersamaan.[]
