![]() |
| Warga binaan Lapas Kelas IIA Ternate melakukan perawatan tanaman terong dalam program pembinaan kemandirian berbasis pertanian, Selasa (5/5/2026). |
TERNATE — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate terus mengintensifkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Salah satu program yang kini berjalan aktif adalah kegiatan pertanian dengan fokus pada budidaya tanaman terong, yang dilaksanakan pada Selasa (5/5/2026) di lingkungan lapas.
Program ini menjadi bagian dari strategi pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada perubahan sikap dan perilaku, tetapi juga peningkatan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah warga binaan menyelesaikan masa pidana.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat langsung dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pembersihan dan pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga penyiraman dan pemantauan pertumbuhan tanaman.
Selain melatih keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kerja sama.
Kepala Lapas Kelas IIA Ternate, Faozul Ansori, menegaskan bahwa program kemandirian di sektor pertanian memiliki peluang besar untuk diterapkan di masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bekal nyata bagi warga binaan agar memiliki kemampuan mandiri dan siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Hal ini mencerminkan antusiasme warga binaan dalam mengikuti program pembinaan yang produktif dan positif.
Ke depan, hasil kegiatan pertanian ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan pangan internal lapas serta membuka peluang pengembangan program serupa dengan komoditas lainnya.
Laporan kegiatan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan efektivitas program pembinaan di masa mendatang. (***)
