Ternate – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ternate terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan panen sayur sawi di lahan ketahanan pangan lapas, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan panen dipimpin langsung Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Agustina, bersama jajaran pejabat struktural dan peserta magang.
Mereka memanen sayur sawi yang selama ini dibudidayakan di area pertanian lapas sebagai bagian dari program pembinaan warga binaan.
Panen tersebut menjadi salah satu bentuk keberhasilan program pembinaan kemandirian yang diterapkan di Lapas Perempuan Ternate.
Selain memberikan keterampilan bercocok tanam, program ini juga bertujuan menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat produktivitas bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Kalapas Perempuan Ternate, Agustina, mengatakan kegiatan pertanian di dalam lapas merupakan implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan nasional dan pembinaan berkelanjutan.
“Program ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi menjadi sarana pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Mereka dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dalam panen kali ini, Lapas Perempuan Ternate berhasil menghasilkan sekitar 2 kilogram sayur sawi segar.
Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur lapas sebagai bahan konsumsi warga binaan.
Program ini juga sejalan dengan kontrak BAMA Tahun 2026 yang mengatur bahwa mitra penyedia bahan makanan warga binaan wajib menyerap minimal lima persen komoditas ketahanan pangan hasil produksi warga binaan di lapas.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan hasil pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
Selain untuk kebutuhan internal, hasil pertanian warga binaan juga berpotensi dipasarkan kepada pegawai sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem produktif di dalam lapas.
Dengan demikian, program ketahanan pangan tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dari hasil karya warga binaan.
Suasana panen berlangsung penuh kebersamaan dan antusiasme. Para petugas serta peserta kegiatan tampak aktif memanen sayur yang tumbuh subur di lahan pertanian lapas. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai.
Ke depan, program ketahanan pangan di Lapas Perempuan Ternate diharapkan terus berkembang melalui penambahan berbagai jenis tanaman produktif lainnya.
Selain memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, program ini juga menjadi sarana pembinaan positif untuk membangun mental dan keterampilan warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.[]
