BANDA ACEH - Rabu, 6 Mei 2026 — Tim mahasiswa Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Melalui inovasi bertajuk “Robust-Shield”, mereka berhasil meraih medali perunggu (bronze medal) pada ajang Pekan Essay Nasional 2 yang digelar di Universitas Dhyana Pura, Bali, pada 2–3 Mei 2026.
Kompetisi ini diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan mengusung tema “Inovasi dan Aksi Nyata Generasi Muda dalam Membangun Indonesia Emas 2045”.
Di tengah persaingan ketat, tim USK berhasil menarik perhatian dewan juri melalui karya ilmiah bertema lingkungan berjudul “Robust-Shield: Waste Conversion Ampas Kopi Robusta Aceh melalui Ekstraksi Bertahap sebagai Biopestisida Nabati Guna Mitigasi Pencemaran Lingkungan 2045”.
Tim tersebut dipimpin oleh Wahid Rizky Maulizal YA, dengan anggota Surya Andika, Fatwa Rilwanu Luthfi, Dony Adriansyah Siregar, dan Muhammad Abian Al Fathir.
Pekan Essay Nasional (PENA) merupakan wadah kompetitif bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan solutif terhadap isu-isu strategis nasional.
Inovasi Robust-Shield sendiri lahir dari keprihatinan tim terhadap melimpahnya limbah spent coffee grounds (SCG) atau ampas kopi di Aceh yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan.
Berdasarkan kajian ilmiah, ampas kopi robusta mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid kafein dan asam klorogenat dalam kadar tinggi.
Senyawa ini berpotensi diolah menjadi biopestisida nabati yang bersifat racun saraf alami bagi serangga, namun tetap ramah lingkungan karena mudah terurai (biodegradable).
Di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng., tim mengembangkan metode ekstraksi bertahap pada suhu optimal untuk menghasilkan ekstrak kental yang efektif mengusir hama sekaligus mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman.
Selain unggul secara teknis, inovasi ini juga dinilai memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pemanfaatan limbah lokal sebagai bahan baku dinilai mampu menekan biaya operasional pertanian dibandingkan penggunaan pestisida kimia sintetis yang relatif mahal dan berisiko bagi kesehatan.
Momen puncak kompetisi berlangsung saat sesi presentasi final di Bali, di mana tim memaparkan efektivitas produk secara komprehensif.
Inovasi tersebut dinilai tidak hanya aplikatif, tetapi juga relevan dengan konsep ekonomi sirkular dan pertanian berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia menilai prestasi ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung kemandirian sektor pertanian dan pelestarian lingkungan.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa limbah lokal dapat dikonversi menjadi produk bernilai guna tinggi yang mendukung ketahanan pertanian berkelanjutan. Kami berharap inovasi Robust-Shield dapat terus dikembangkan hingga tahap implementasi massal,” ujarnya.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa riset berbasis potensi lokal mampu bersaing di tingkat nasional serta menjadi solusi nyata dalam menjawab tantangan lingkungan menuju Indonesia Emas 2045.[]
