Banda Aceh – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Jeddah Asrama Haji Banda Aceh, Selasa (5/5/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB, saat ratusan calon jemaah haji kloter pertama Embarkasi Aceh resmi dilepas menuju Tanah Suci.
Prosesi berlangsung penuh doa, kebersamaan, dan nuansa spiritual yang mendalam.
Acara tersebut turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Ketua DPR Aceh Zulfadli, A.Md, serta Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir, S.IP., MPA.
Momen paling menyita perhatian terjadi ketika empat tokoh tersebut berdiri sejajar di atas karpet merah dan saling menggenggam tangan erat.
Simbol ini menjadi gambaran kuat persatuan lintas unsur—ulama, aparat keamanan, pemerintah, dan tokoh masyarakat—dalam melepas keberangkatan para tamu Allah.
Di sela kegiatan, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menegaskan bahwa ibadah haji tidak hanya perjalanan spiritual, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Aceh.
“Keberangkatan jemaah haji ini menjadi momentum bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan. Aceh harus tetap kompak, saling mendukung, dan menjaga kedamaian,” ujar Kapolda.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Aceh turut menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Ia juga berharap para jemaah turut mendoakan kebaikan dan keberkahan untuk Aceh di Tanah Suci.
Di belakang barisan pejabat, ratusan jemaah tampak mengenakan seragam biru dengan lanyard hijau sebagai identitas kloter. Suasana semakin haru ketika lantunan talbiyah menggema, disertai tangis keluarga yang melepas keberangkatan orang tercinta.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh menyampaikan bahwa seluruh jemaah telah melalui rangkaian persiapan matang, mulai dari manasik haji, pemeriksaan kesehatan, hingga pembekalan teknis.
Petugas haji, tim medis, dan pembimbing ibadah juga disiapkan untuk mendampingi jemaah selama 24 jam di Tanah Suci.
Pengamanan keberangkatan juga diperketat dengan keterlibatan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk memastikan perjalanan dari Asrama Haji menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda berjalan aman dan lancar.
Momen keempat tokoh Aceh yang saling menggenggam tangan tersebut juga viral di media sosial dan dinilai sebagai simbol persatuan yang menyejukkan di tengah dinamika sosial masyarakat.
Para jemaah dijadwalkan bertolak ke Jeddah pada malam hari. Dengan iringan doa keluarga, mereka diberangkatkan dengan pesan untuk menjaga kesehatan, kekompakan, serta membawa doa kebaikan bagi Aceh dari Tanah Suci.[]
