Peringati Indonesian Coral Day 2026, LPLHI Aceh Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Laut Sabang

Editor: Syarkawi author photo

 


Sabang – Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI-KLHI) Aceh menggelar kegiatan peringatan Indonesian Coral Day 2026 di kawasan Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan laut dan pesisir Pulau Weh yang dikenal memiliki kekayaan bawah laut kelas dunia.

Kegiatan yang diinisiasi LPLHI Aceh itu turut mendapat dukungan dan apresiasi dari Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, serta Wakil Wali Kota Sabang, Drs. H. Suradji Junus. 

Dukungan tersebut terlihat melalui spanduk apresiasi pada kegiatan Indonesian Coral Day 2026 yang dipusatkan di Krueng Raya, Sukakarya, Sabang.

Ketua DPW LPLHI Aceh, Nasri Saputra, mengatakan bahwa peringatan Indonesian Coral Day bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem laut dan kawasan pesisir Sabang.

“Sabang memiliki kekayaan laut luar biasa yang harus dijaga bersama. Pulau Klah dan kawasan Laut Andaman menyimpan potensi besar dengan lebih dari 133 spesies biota laut, termasuk ikan nemo serta terumbu karang tepi atau fringing reef yang menjadi daya tarik wisata bahari dunia,” ujarnya.

Menurut Nasri, ekosistem terumbu karang di Sabang merupakan bagian penting dari ekosistem pesisir campuran Indo-Pasifik dan Samudra Hindia yang memiliki nilai ekologis tinggi serta menjadi aset penting bagi sektor pariwisata dan kelestarian lingkungan.

Sekretaris DPW LPLHI Aceh, H. Elmuava Sani, menambahkan bahwa gerakan pelestarian lingkungan harus terus diperkuat melalui edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Ketua DPD LPLHI Sabang, Syukri yang akrab disapa Tengku Bayu, menyebut program LPLHI sejalan dengan visi Pemerintah Kota Sabang dalam mengembangkan wisata bahari berbasis konservasi lingkungan.

“Sabang bukan hanya memiliki panorama laut yang indah, tetapi juga kawasan hutan yang masih alami dengan berbagai satwa seperti burung punai, elang, beo hingga rusa yang sesekali terlihat saat musim angin timur,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di Gampong Krueng Raya. 

Komitmen itu meliputi larangan membuang sampah plastik ke laut, tidak merusak maupun mengambil terumbu karang, tidak mengganggu habitat satwa liar, serta menjaga kawasan lindung dari penebangan liar.

Sekretaris DPD LPLHI Sabang, Malahayati, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi gerakan bersama demi menjaga masa depan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan Indonesian Coral Day 2026 turut dihadiri unsur masyarakat, aparat TNI-Polri, mahasiswa, komunitas lingkungan, tokoh masyarakat, serta para pelaku wisata di Kota Sabang. 

Acara tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak dan sponsor, di antaranya The Hawk’s Nest Resort, Mars Resort, Koperasi Sabang Mandiri, Hoka-Hoka Travel, serta komunitas peduli lingkungan lainnya.

Mengusung semangat “Peduli Lingkungan, Selamatkan Kehidupan”, LPLHI Aceh berharap Sabang tetap menjadi kawasan wisata bahari unggulan yang hijau, lestari, dan mendunia tanpa mengabaikan kelangsungan ekosistem alam sebagai kekayaan utama Pulau Weh.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini