BANDA ACEH – Semangat kewirausahaan pelajar vokasi di Aceh kembali mendapat perhatian masyarakat.
Berbagai produk kuliner dan kerajinan hasil karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tampil memikat dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Banda Aceh, Minggu (10/5/2026).
Stan-stan yang diisi para siswa SMK binaan Dinas Pendidikan Aceh tampak ramai diserbu pengunjung sejak pagi.
Kegiatan bertajuk “Vokasi Beraksi” itu menjadi ajang promosi sekaligus pembuktian bahwa pendidikan vokasi di Aceh terus berkembang dan mampu menghasilkan produk kreatif berkualitas serta bernilai ekonomi.
Beragam jenis makanan, minuman, hingga kerajinan tangan dipamerkan dan dijual langsung kepada masyarakat.
Antusiasme warga terlihat tinggi karena produk yang ditawarkan tidak hanya menarik dari segi tampilan, tetapi juga memiliki rasa dan kualitas yang mampu bersaing.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, turut hadir meninjau langsung stan para siswa. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan vokasi dan semangat kewirausahaan generasi muda Aceh.
Dalam kesempatan itu, Murthalamuddin juga berdialog dengan siswa dan guru pendamping untuk memberikan motivasi agar terus meningkatkan kreativitas serta kemampuan berwirausaha secara mandiri.
Program pemasaran produk siswa di ruang publik seperti CFD dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun mental kewirausahaan sejak dini.
Para siswa tidak hanya belajar memproduksi barang, tetapi juga memahami cara memasarkan produk, melayani konsumen, hingga membangun kepercayaan pembeli.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi siswa SMK untuk menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha sendiri di masa depan.
Sejumlah pengunjung mengaku tertarik membeli produk siswa karena kualitasnya dinilai terus meningkat.
Bahkan, beberapa produk makanan dan minuman laris terjual hanya dalam hitungan jam. Hal itu menunjukkan bahwa karya siswa SMK memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi usaha ekonomi kreatif yang mampu membuka lapangan kerja baru.
Selain kuliner, produk kerajinan tangan hasil karya siswa juga mendapat perhatian masyarakat. Kreativitas para pelajar dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk bernilai jual tinggi mendapat apresiasi dari pengunjung CFD.
Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin agar produk-produk vokasi Aceh semakin dikenal luas.
Dinas Pendidikan Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pendidikan vokasi berbasis keterampilan dan kewirausahaan.
Pemerintah berharap lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha muda yang mandiri dan inovatif.
Melalui kegiatan “Vokasi Beraksi”, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan muda di Aceh.
Dukungan publik terhadap produk siswa juga menjadi motivasi besar bagi para pelajar untuk terus berkarya dan percaya diri menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif.[]
