Program MBG Tembus 8 Miliar Porsi, Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja dan Dorong Ekonomi Nasional

Editor: Syarkawi author photo

 

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, bersama pekerja dapur MBG. Foto: Dok. BGN

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah terus menunjukkan capaian signifikan sejak diluncurkan pada awal 2025. 

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga berkontribusi besar dalam menggerakkan perekonomian nasional.

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, hingga 28 April 2026, realisasi program MBG telah mencapai lebih dari 8 miliar porsi makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia. 

Sasaran program meliputi anak-anak dari jenjang PAUD hingga SMA, serta ibu hamil dan menyusui.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyebut capaian tersebut sebagai indikator keberhasilan program dalam menjangkau masyarakat secara luas.

“Berdasarkan data yang tercatat, realisasi MBG telah mencapai 8 miliar porsi dalam kurun waktu satu tahun terakhir,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Foto: Dok. Badan Gizi Nasional (BGN).

Secara harian, program ini menjangkau sekitar 61,9 juta penerima manfaat di berbagai daerah. Skala distribusi yang besar tersebut bahkan mulai menarik perhatian sejumlah negara sebagai referensi pengembangan program serupa.

Tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, MBG juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Program ini tercatat telah menyerap lebih dari 1,2 juta tenaga kerja dan melibatkan puluhan ribu mitra di berbagai wilayah.

Data BGN menunjukkan, pelaksanaan program didukung oleh 27.735 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bekerja sama dengan 27.264 mitra. 

Kehadiran dapur-dapur ini tidak hanya memastikan distribusi berjalan optimal, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.

Selain itu, program MBG turut memberikan dampak positif bagi sektor pertanian dan perikanan. Tingginya kebutuhan bahan baku secara berkelanjutan menciptakan kepastian pasar bagi petani dan nelayan.

Program ini dinilai tidak sekadar bantuan sosial, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

“Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa MBG hadir untuk meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi.

Pemerintah menegaskan akan terus menyempurnakan pelaksanaan program MBG agar semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas. 

Dengan capaian yang ada, MBG diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini