ACEH BESAR – Anggota DPRK Aceh Besar, Jailani, S.Sos., menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat Aceh Besar dan umat Islam di mana pun berada.
Dalam momentum pergantian tahun Hijriah tersebut, Jailani mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi memiliki makna mendalam tentang hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Semangat hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW, kata dia, hendaknya menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
“Momentum Tahun Baru Islam ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, mempererat persaudaraan, serta menjaga persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Jailani.
Ia berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi masyarakat Aceh Besar.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, semangat kebersamaan dan gotong royong dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Jailani juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tahun baru Hijriah sebagai langkah awal untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
Dengan hati yang bersih dan niat yang tulus, ia optimistis masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan serta meraih kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
“Semoga di Tahun Baru 1448 Hijriah ini Allah SWT melimpahkan rahmat, kesehatan, keselamatan, serta rezeki yang halal dan penuh keberkahan kepada kita semua. Mari jadikan tahun baru ini sebagai momentum memperkuat iman, memperbanyak amal kebaikan, dan terus menjaga persatuan demi kemajuan Aceh Besar yang kita cintai,” ungkapnya.
Di akhir pesannya, Jailani turut mendoakan agar seluruh masyarakat senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT serta diberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas dan pengabdian kepada bangsa, daerah, dan agama.[]
