Pidie – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta memastikan hasil pertanian masyarakat tetap optimal, Babinsa Koramil 13/Keumala Kodim 0102/Pidie, Serka Fahmi Rizal, melaksanakan kegiatan pemantauan dan pengecekan kondisi tanaman jagung sekaligus melakukan pengawasan terhadap potensi serangan hama di lahan pertanian milik warga Desa Tunong, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Rabu (10/06/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pendampingan yang secara konsisten dilakukan Babinsa kepada para petani di wilayah binaannya.
Kehadiran Babinsa di tengah para petani tidak hanya bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Serka Fahmi Rizal turun langsung ke lahan pertanian untuk melihat perkembangan tanaman jagung yang saat ini memasuki fase pertumbuhan.
Ia melakukan pengecekan terhadap kondisi tanaman, tingkat kesuburan, pertumbuhan batang dan daun, serta memastikan tanaman mendapatkan perawatan yang baik sesuai dengan anjuran pertanian yang berlaku.
Selain memantau perkembangan tanaman, Babinsa juga melakukan pengawasan terhadap kemungkinan adanya serangan hama maupun penyakit tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil panen.
Langkah ini dinilai penting mengingat serangan hama menjadi salah satu faktor yang sering menyebabkan kerugian bagi petani apabila tidak segera ditangani.
Serka Fahmi Rizal menjelaskan bahwa pemantauan secara berkala diperlukan agar setiap kendala yang muncul di lahan pertanian dapat diketahui sejak dini.
Dengan demikian, tindakan pencegahan maupun penanganan dapat segera dilakukan sehingga tanaman tetap tumbuh dengan baik hingga masa panen tiba.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan Babinsa kepada petani. Kami ingin memastikan tanaman jagung yang dibudidayakan masyarakat tumbuh dengan baik dan terhindar dari serangan hama yang dapat mengurangi hasil panen. Apabila ditemukan gejala serangan hama atau penyakit, maka dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Babinsa juga berdiskusi dengan para petani mengenai berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya, mulai dari perawatan tanaman, kebutuhan pupuk, pengairan, hingga langkah-langkah pencegahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman.
Melalui komunikasi yang baik, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lahan pertanian mereka.
Para petani menyambut positif perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Babinsa. Menurut mereka, kehadiran Babinsa di lapangan memberikan semangat serta rasa percaya diri dalam mengelola usaha pertanian, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman.
Danramil 13/Keumala menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam mendampingi petani merupakan wujud komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, Babinsa dapat membantu mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi petani serta mendorong terciptanya hasil pertanian yang lebih baik.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Oleh karena itu, sinergi antara petani, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan aparat kewilayahan perlu terus diperkuat guna mendukung peningkatan produksi pertanian yang berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan pemantauan dan pengawasan tanaman jagung tersebut, diharapkan para petani di Desa Tunong dapat memperoleh hasil panen yang maksimal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang kuat di Kabupaten Pidie.
Melalui pendampingan yang berkesinambungan, Babinsa Koramil 13/Keumala akan terus hadir dan berperan aktif dalam membantu masyarakat mewujudkan sektor pertanian yang maju, produktif, dan berdaya saing.[]
