Bupati Aceh Tamiang Lepas 273 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pemulihan Ekonomi

Editor: Syarkawi author photo

 


KUALA SIMPANG – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., menghadiri kegiatan Pencanangan dan Pelepasan 273 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Aceh Tamiang yang berlangsung di halaman Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Tamiang, Senin (15/6/2026).

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Aceh Tamiang dalam memperoleh data ekonomi yang lengkap, akurat, dan terpercaya sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pengambilan keputusan di masa mendatang.

Kegiatan ini memiliki arti strategis, mengingat Aceh Tamiang masih menghadapi dampak bencana hidrometeorologi akibat siklon tropis yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. 

Bencana berupa angin puting beliung, tanah longsor, dan banjir bandang berdampak pada lebih dari 310 ribu jiwa atau sekitar 75 ribu kepala keluarga yang tersebar di 216 kampung pada 12 kecamatan.

Selain merusak permukiman warga, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, hingga perkantoran pemerintah.

Dalam sambutannya, Bupati Armia Pahmi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang merupakan agenda nasional dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting untuk menggambarkan kondisi riil perekonomian daerah, termasuk sektor-sektor yang terdampak bencana maupun sektor yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Armia.

Ia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap. 

Menurutnya, data yang dihimpun akan menjadi dasar penting dalam menentukan arah pembangunan dan percepatan pemulihan ekonomi Aceh Tamiang ke depan.

Kepada para petugas sensus, Bupati berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, serta menguasai metodologi pendataan dan memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Isilah kuesioner pendataan dengan data riil dan objektif di lapangan. Jangan sekali-kali melakukan rekayasa data atau menyalin data dari balik meja. Satu kesalahan data yang saudara catat dapat melahirkan kebijakan yang keliru bagi masa depan daerah kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

“Dengan data yang akurat, kita dapat menyusun kebijakan yang tepat. Dengan kebijakan yang tepat, kita dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Dan dengan kerja sama seluruh pihak, kita optimistis Kabupaten Aceh Tamiang dapat bangkit lebih cepat, pulih lebih kuat, dan tumbuh lebih maju,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Aceh Tamiang, Nurmanuddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 273 petugas sensus akan melaksanakan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Pendataan akan dilakukan pada 931 satuan lingkungan setempat yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Saya yakin para petugas ini siap menjangkau seluruh wilayah Aceh Tamiang demi menghasilkan data yang akurat dan berkualitas,” ujar Nurmanuddin.

Pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 ditandai dengan pemasangan atribut petugas sensus oleh Bupati Aceh Tamiang dan pelepasan burung merpati sebagai simbol dimulainya kegiatan pendataan di seluruh wilayah kabupaten tersebut.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini