Banda Aceh – Komandan Kodim (Dandim) 0101/Kota Banda Aceh, Kolonel Inf. Faurizal Noerdin, S.Sos., M.Sc., menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi permasalahan yang dapat mengganggu keamanan dan stabilitas wilayah.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin kegiatan Pembinaan Jaring Mitra Karib di Aula Pandawa Sakti Lantai II Makodim 0101/Kota Banda Aceh, Gampong Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Binter TNI AD yang Adaptif Melalui Kegiatan Pembinaan Jaring Mitra Karib Guna Mengoptimalkan Deteksi Dini, Cegah Dini, Temu Cepat dan Lapor Cepat Bagi Apkowil” tersebut diikuti oleh aparat kewilayahan dan unsur Mitra Karib yang selama ini menjadi mitra strategis TNI dalam pembinaan teritorial.
Dalam arahannya, Dandim menekankan bahwa dinamika sosial yang terus berkembang menuntut seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Menurutnya, setiap potensi persoalan harus dapat dikenali sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
“Jangan menunggu masalah membesar baru bertindak. Deteksi dini dan cegah dini merupakan kunci utama untuk menjaga wilayah tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tegas Kolonel Faurizal.
Ia menjelaskan, Jaring Mitra Karib memiliki peran penting dalam mendukung tugas aparat kewilayahan melalui penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan adanya jaringan komunikasi yang baik antara masyarakat dan aparat teritorial, berbagai potensi kerawanan sosial, konflik, maupun gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih awal.
Menurut Dandim, konsep temu cepat dan lapor cepat menjadi salah satu instrumen penting dalam sistem pembinaan teritorial TNI AD. Informasi yang diperoleh dari masyarakat akan menjadi dasar bagi aparat kewilayahan untuk mengambil langkah pencegahan dan penanganan secara tepat.
“Peran Mitra Karib sangat strategis karena mereka berada langsung di tengah masyarakat. Informasi yang disampaikan secara cepat dan akurat akan membantu aparat kewilayahan dalam menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.
Dandim juga mengajak seluruh peserta untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing serta terus membangun komunikasi yang aktif dengan Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial di lapangan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan teritorial bukan hanya tanggung jawab TNI, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat.
Dengan semakin kuatnya jaringan informasi di tingkat masyarakat, diharapkan berbagai potensi permasalahan dapat dideteksi dan diantisipasi sejak dini, sehingga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif dapat terus terjaga guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.[]
