Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Johor, Malaysia, Berpusat di Barat Daya Batu Pahat

Editor: Syarkawi author photo

 

Peta lokasi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,3 yang mengguncang wilayah Johor, Malaysia, Minggu (21/6/2026) dini hari. Episentrum gempa berada 23 kilometer barat daya Batu Pahat dengan kedalaman 10 kilometer. Foto: MET Malaysia.

JOHOR – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,3 mengguncang wilayah Johor, Malaysia, pada Minggu (21/6/2026) pukul 01.17 waktu setempat. Informasi tersebut disampaikan oleh Malaysian Meteorological Department melalui laporan resmi pemantauan aktivitas seismik.

Berdasarkan data MET Malaysia, pusat gempa berada pada koordinat 1,7 derajat Lintang Utara dan 102,7 derajat Bujur Timur, atau sekitar 23 kilometer barat daya Batu Pahat.

Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan bumi, sehingga tergolong gempa dangkal. Meski berkekuatan relatif kecil, gempa dangkal berpotensi menimbulkan getaran yang dapat dirasakan masyarakat di sekitar pusat gempa.

Hingga laporan ini disusun, belum terdapat informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut. Otoritas setempat juga belum melaporkan adanya dampak signifikan dari gempa ini.

Wilayah Johor bukan termasuk kawasan yang sering mengalami gempa bumi besar. Namun, beberapa kali aktivitas seismik dari sesar lokal maupun wilayah sekitarnya pernah tercatat dan dirasakan masyarakat.

Pakar kebencanaan menjelaskan, gempa dengan magnitudo di bawah 4 umumnya tidak menimbulkan kerusakan berarti, tetapi tetap dapat dirasakan, terutama pada malam hari saat kondisi lingkungan lebih tenang.

Pemerintah dan otoritas meteorologi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan resmi dari lembaga terkait.

MET Malaysia terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di kawasan tersebut. Hingga saat ini, tidak terdapat indikasi potensi tsunami maupun gempa susulan yang membahayakan.

Meski tergolong kecil, kejadian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas geologi di kawasan Asia Tenggara tetap berlangsung dan perlu terus dipantau sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini