BANDA ACEH – Peringatan Haul ke-16 tokoh perjuangan Aceh, Tgk. Hasan Muhammad di Tiro, menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Aceh untuk mengenang jejak perjuangan, pemikiran, serta kontribusi besar beliau dalam perjalanan sejarah dan identitas Aceh.
Pada momen penuh makna tersebut, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) asal Aceh, Tgk. Ahmada MZ, menyampaikan penghormatan dan ucapan mengenang Haul ke-16 Tgk. Hasan Tiro yang diperingati pada Rabu (3/6/2026).
Melalui pesan yang disampaikannya, Tgk. Ahmada menilai Tgk. Hasan Tiro merupakan salah satu tokoh penting yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan sejarah Aceh.
Menurutnya, peringatan haul bukan hanya menjadi ajang mengenang sosok yang telah wafat, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan pemikiran yang ditinggalkan bagi generasi penerus.
“Peringatan haul menjadi momentum untuk mengenang jasa, perjuangan, dan pemikiran tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat. Nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Tgk. Ahmada.
Bagi masyarakat Aceh, nama Tgk. Hasan Tiro memiliki tempat tersendiri dalam memori kolektif sebagai sosok yang berperan dalam dinamika sejarah, politik, dan identitas Aceh.
Karena itu, mengenang beliau tidak hanya berarti melihat kembali perjalanan masa lalu, tetapi juga menjadikan sejarah sebagai pijakan dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Peringatan Haul ke-16 ini juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat semangat persatuan, menjaga marwah Aceh, serta mendorong pembangunan daerah dalam suasana damai, harmonis, dan berkelanjutan.
Sebagai wakil Aceh di DPD RI dan MPR RI periode 2024–2029, Tgk. Ahmada menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh di tingkat nasional, sekaligus menjaga nilai-nilai sejarah, budaya, dan identitas daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap momentum Haul ke-16 Tgk. Hasan Tiro dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya merawat persatuan, menghormati sejarah, dan melanjutkan semangat membangun Aceh yang damai, bermartabat, dan berdaya saing demi kesejahteraan generasi mendatang. (**)
