Nagan Raya – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Zulkifli, S.Pd., mengimbau seluruh kepala sekolah agar berhati-hati terhadap beredarnya surat pemberitahuan dan permintaan koordinasi terkait pelaksanaan mutasi serta penataan aparatur di lingkungan sekolah yang mengatasnamakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nagan Raya, Sabtu (20/6/2026).
Melalui tangkapan layar yang beredar di salah satu grup WhatsApp “Berbagi Info Dikdas”, Zulkifli meminta para kepala sekolah untuk tidak menindaklanjuti surat tersebut dan tetap waspada terhadap nomor WhatsApp yang tercantum di dalamnya.
“Jika ada surat seperti itu, untuk tidak ditanggapi. Kami sudah melakukan klarifikasi ke pihak BKPSDM, dan Kepala BKPSDM menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat tersebut. Dapat disimpulkan bahwa surat itu adalah penipuan, dan nomor WhatsApp yang tercantum juga bukan milik Kepala BKPSDM,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dan kewaspadaan agar para kepala sekolah tidak menjadi korban penipuan, serta menyarankan agar setiap informasi yang mencurigakan selalu dikonfirmasi langsung ke instansi terkait.
“Untuk itu, perlu hati-hati dan waspada sebelum menjadi korban. Sebaiknya konfirmasi langsung ke instansi yang berwenang,” lanjutnya.
Sementara itu, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang juga guru di SDN Pulo Kruet, Kecamatan Darul Makmur, Nasruddin, S.Pd., mengaku turut menerima surat tersebut pada Jumat malam.
Ia menyebutkan surat itu dikirim melalui nomor WhatsApp 081293240207 sekitar pukul 09.35 WIB. Setelah membaca isi surat, ia kemudian meneruskannya ke kepala sekolah SDN Krueng Seumanyam, sesuai nama sekolah yang tercantum dalam surat tersebut.
“Intinya sama, yaitu pemberitahuan dan permintaan koordinasi terkait mutasi kepala sekolah. Karena nama sekolahnya ada di situ, saya teruskan ke kepala sekolah terkait,” ujar Nasruddin.
Namun pada keesokan harinya, ia menerima konfirmasi dari Kepala SDN Krueng Seumanyam, Said Noh, bahwa surat tersebut tidak benar dan merupakan bentuk penipuan.
“Pagi tadi saya dihubungi dan diberitahu bahwa surat itu tidak benar dan merupakan penipuan,” tambahnya.
Nasruddin berharap pihak kepolisian, khususnya Polres Nagan Raya, dapat menelusuri dan mengusut penyebaran surat palsu tersebut, karena telah meresahkan para tenaga pendidik di lingkungan Dinas Pendidikan.
“Kami berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti hal ini karena sudah meresahkan, terutama bagi kami yang bekerja di bawah Dinas Pendidikan Nagan Raya,” pungkasnya.[]
