Kodim 0108/Aceh Tenggara Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Lawe Sumur

Editor: Syarkawi author photo

 


ACEH TENGGARA – Personel Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melaksanakan gotong royong pemlesteran pondasi menara pylon Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang saat ini terus dikerjakan secara bertahap guna memperlancar akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dukungan TNI terhadap pembangunan daerah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sejak pagi, personel Babinsa bersama warga bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan pemlesteran pondasi menara pylon. Meski cuaca cukup terik, semangat gotong royong dan kebersamaan tetap terlihat selama proses pengerjaan berlangsung.

Pelda Dody Harnizar mengatakan keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang bertujuan membantu masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan warga.

“Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini sangat penting karena akan menjadi sarana penghubung utama bagi masyarakat. Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan dapat memberikan motivasi dan membantu percepatan penyelesaian pekerjaan,” ujarnya.

Menurutnya, pemlesteran pondasi menara pylon merupakan salah satu tahapan krusial dalam pembangunan jembatan gantung. Pondasi yang kuat akan menjadi penopang utama menara pylon yang berfungsi menahan beban struktur jembatan secara keseluruhan.

“Pekerjaan ini harus dilakukan dengan teliti agar menghasilkan konstruksi yang kokoh, aman, dan tahan lama sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Pelda Dody.

Sebelum proses pemlesteran dilakukan, tim pelaksana terlebih dahulu memeriksa kondisi pondasi secara menyeluruh, mulai dari posisi, ukuran, elevasi hingga tingkat presisi konstruksi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pondasi sesuai dengan desain dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Selain melibatkan masyarakat dan personel TNI, proses pembangunan juga mendapat pendampingan tenaga teknis guna memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar konstruksi.

Pelda Dody menambahkan, keberadaan Jembatan Gantung Perintis nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Teger Miko dan wilayah sekitarnya, terutama dalam memperlancar mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jembatan ini akan memudahkan akses masyarakat menuju lahan pertanian, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat pelayanan publik. Selain itu, distribusi hasil pertanian dan perkebunan juga akan menjadi lebih lancar,” jelasnya.

Ia berharap semangat gotong royong yang terjalin selama proses pembangunan dapat terus dipertahankan hingga seluruh pekerjaan selesai. 

Dengan dukungan semua pihak, pembangunan Jembatan Gantung Perintis diyakini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif menjadi bukti kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur yang berkualitas demi mendukung peningkatan kesejahteraan warga Aceh Tenggara.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini