Polantas Polres Kuningan Edukasi Pelajar SMPN 3 Kuningan tentang Tertib Lalu Lintas dan Keselamatan Berkendara

Editor: Syarkawi author photo

 


KUNINGAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan terus mengintensifkan upaya penanaman kesadaran tertib berlalu lintas kepada generasi muda. 

Melalui program “Polantas Menyapa”, jajaran Polantas Polres Kuningan menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas di SMP Negeri 3 Kuningan, Jalan Pramuka, Kabupaten Kuningan, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan edukatif dan interaktif tersebut dipimpin oleh Kanit Regident Satlantas Polres Kuningan, IPTU Budi H. Kehadiran personel kepolisian disambut antusias oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, hingga ratusan siswa yang mengikuti kegiatan.

Dalam penyampaiannya, IPTU Budi H. menegaskan pentingnya membangun disiplin berlalu lintas sejak usia dini sebagai langkah awal menciptakan budaya keselamatan di jalan raya.

Ia mengingatkan bahwa pelajar SMP belum memenuhi syarat usia untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), sehingga tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor.

Adapun materi yang disampaikan meliputi larangan mengendarai sepeda motor bagi anak di bawah umur, pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI saat dibonceng, serta bahaya balap liar dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis.

“Kami ingin membentuk karakter generasi muda yang cerdas, disiplin, dan taat hukum. Keselamatan adalah yang utama. Dengan tertib berlalu lintas, adik-adik tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menghormati hak pengguna jalan lainnya,” ujar IPTU Budi H.

Pihak SMP Negeri 3 Kuningan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Satlantas Polres Kuningan yang dinilai memberikan manfaat besar bagi para pelajar. 

Sosialisasi tersebut dianggap penting untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai aturan lalu lintas serta risiko kecelakaan yang dapat terjadi akibat pelanggaran di jalan raya.

Melalui kegiatan “Polantas Menyapa”, Satlantas Polres Kuningan berharap dapat menumbuhkan kesadaran hukum dan budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar, sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur dapat ditekan.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara siswa dan petugas kepolisian serta foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas sejak dini.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini