Longsor Tutup Total Jalur Blangkejeren–Takengon, Akses Vital Tengah Aceh Lumpuh

Editor: Syarkawi author photo

 

Material tanah dan bebatuan menutupi ruas jalan Blangkejeren–Takengon di Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (20/6/2026), setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat petang. Akibatnya, arus transportasi dari dan menuju Aceh Tengah lumpuh total sementara petugas berupaya membersihkan material longsor. Foto: Ist.

Blangkejeren – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues sejak Jumat (19/6/2026) petang menyebabkan bencana tanah longsor di sejumlah titik pada ruas jalan nasional penghubung Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, dengan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan yang terbawa dari lereng perbukitan menutupi badan jalan, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah terhenti total. 

Hingga Sabtu (20/6/2026) pagi, akses utama yang menjadi jalur penghubung kawasan tengah Aceh tersebut masih belum dapat dilalui kendaraan.

Pantauan di lokasi menunjukkan tumpukan material longsor menutup sebagian besar badan jalan. 

Sejumlah kendaraan, baik angkutan barang maupun kendaraan pribadi, terpaksa berhenti dan mengantre di kedua sisi jalan menunggu proses pembersihan oleh petugas.

Jalur Blangkejeren–Takengon merupakan akses vital yang setiap hari digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, perdagangan, pendidikan, hingga layanan kesehatan. 

Tertutupnya jalur ini berdampak langsung pada terhambatnya mobilitas warga serta distribusi kebutuhan pokok antara Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tengah.

Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama terjadinya longsor. Kondisi geografis wilayah pegunungan yang didominasi lereng curam membuat kawasan tersebut rawan pergerakan tanah saat intensitas hujan meningkat.

Warga yang melintas di sekitar lokasi mengaku khawatir akan potensi longsor susulan, mengingat hujan masih terus turun dengan intensitas sedang hingga tinggi. 

Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan serta menunda perjalanan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Sementara itu, petugas dari instansi terkait bersama unsur penanganan bencana dan pengelola jalan nasional telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor menggunakan alat berat. 

Namun, proses evakuasi dan pembukaan akses diperkirakan membutuhkan waktu karena volume material cukup besar serta kondisi cuaca yang belum stabil.

Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan penanganan longsor serta status pembukaan kembali jalur. Pengendara juga diminta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan pegunungan Aceh memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana longsor pada musim hujan. Upaya mitigasi dan kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bagi masyarakat yang beraktivitas di jalur rawan bencana tersebut.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini