Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Desa Teger Miko Capai 73 Persen, Kodim 0108/Agara Mulai Las Tiang Pylon

Editor: Syarkawi author photo

 


ACEH TENGGARA – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres yang signifikan. 

Hingga saat ini, pekerjaan konstruksi telah mencapai sekitar 73 persen dan memasuki tahap pengelasan tiang pylon, salah satu komponen utama penyangga jembatan, Sabtu (20/6/2026).

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat melalui semangat gotong royong yang menjadi ciri khas kemanunggalan TNI dan rakyat.

Sejak pagi, personel TNI dan warga terlihat bahu-membahu menyiapkan material, merakit rangka besi, melakukan pengelasan, hingga memindahkan bagian konstruksi yang telah selesai dirakit ke titik pemasangan. 

Suasana kerja yang penuh kebersamaan dan kekompakan mewarnai proses pembangunan yang terus berjalan sesuai tahapan.

Pengelasan tiang pylon menjadi salah satu tahapan krusial dalam pembangunan jembatan gantung. Struktur tersebut berfungsi sebagai penyangga utama kabel sling yang akan menopang keseluruhan konstruksi jembatan. 

Karena itu, pengerjaannya dilakukan secara cermat dan sesuai standar teknis untuk memastikan kekuatan serta keamanan konstruksi.

Babinsa Posramil Lawe Sumur, Pelda Dody Harnizar, mengatakan progres pembangunan jembatan hingga saat ini telah mencapai sekitar 73 persen dan berjalan sesuai rencana.

“Pengelasan besi pylon yang kami kerjakan hari ini merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan jembatan. Struktur ini nantinya akan menjadi penyangga utama kabel jembatan sehingga harus dikerjakan dengan teliti dan sesuai spesifikasi teknis. Kami bersama masyarakat terus berupaya agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar dan selesai sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Menurut Pelda Dody, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.

Selain membantu pekerjaan fisik, kehadiran Babinsa juga bertujuan mendorong semangat gotong royong dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia menilai keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak terlepas dari sinergi yang baik antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. 

Oleh karena itu, kerja sama yang telah terjalin selama ini harus terus dipertahankan agar pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Antusiasme masyarakat Desa Teger Miko juga terlihat tinggi selama proses pembangunan berlangsung. 

Warga secara sukarela membantu mengangkat material, menyiapkan peralatan kerja, merakit komponen konstruksi, serta mendukung berbagai kebutuhan teknis lainnya di lapangan.

Keberadaan Jembatan Gantung Perintis tersebut nantinya diharapkan menjadi solusi atas berbagai kendala akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama saat cuaca buruk dan kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilintasi dengan aman.

Selain memperlancar mobilitas warga, jembatan ini juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kemudahan distribusi hasil pertanian dan perkebunan ke pasar. 

Akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pusat pemerintahan, dan sarana umum lainnya juga akan menjadi lebih mudah dan cepat.

Pelda Dody menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja. 

Material yang digunakan telah disesuaikan dengan kebutuhan teknis agar menghasilkan konstruksi yang kokoh, aman, dan tahan lama.

“Kami bersama masyarakat akan terus bekerja sama menyelesaikan setiap tahapan pembangunan hingga tuntas. Semangat gotong royong yang selama ini terjalin menjadi modal utama dalam mempercepat pembangunan. Kami optimistis jembatan ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 73 persen, masyarakat berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. 

Kehadiran Jembatan Gantung Perintis tersebut diyakini akan menjadi infrastruktur vital yang memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Teger Miko serta desa-desa sekitarnya di Kecamatan Lawe Sumur.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini