SABANG – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam dan Wakil Wali Kota Suradji Junus, berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat terus diperkuat.
Di tengah tantangan keterbatasan fiskal daerah, kebutuhan infrastruktur, dan tuntutan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kota Sabang berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan melalui penguatan layanan dasar, perlindungan sosial, pengembangan sektor unggulan, serta sinergi dengan pemerintah pusat.
Selama tahun pertama kepemimpinan mereka, sejumlah capaian berhasil diraih. Pada 2025, Pemerintah Kota Sabang menerima penghargaan Ecological Fiscal Transfer (EFT) dalam Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis VI di Jakarta.
Pada tahun yang sama, Proyek Rumah Sakit Terpadu Sabang masuk dalam daftar Peluang Investasi Daerah Tahun 2025 yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Selain itu, Sabang juga tercatat sebagai daerah tercepat dalam pengesahan badan hukum Koperasi Desa Merah Putih di Aceh dan meraih Penghargaan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.
Memasuki tahun 2026, sejumlah prestasi kembali diraih. Pemerintah Kota Sabang menerima Universal Health Coverage (UHC) Award dari BPJS Kesehatan atas keberhasilannya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Sabang juga memperoleh predikat Informatif dalam Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Aceh.
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemko Sabang berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Raihan tersebut menjadi yang ke-14 kali secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Pada sektor pelayanan masyarakat, sejumlah program prioritas tetap dijalankan, seperti Program Geunaseh untuk pencegahan stunting dan pemenuhan gizi anak, subsidi LPG 3 kilogram guna menjaga daya beli masyarakat, serta bantuan listrik berbasis gampong bagi keluarga kurang mampu.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah terus melanjutkan program bantuan biaya pendidikan bagi siswa tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat sebagai bagian dari upaya mendukung program wajib belajar 12 tahun dan meringankan beban keluarga.
Sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah juga terus mendapat perhatian. Berbagai destinasi unggulan seperti Iboih, Pulau Rubiah, Kilometer Nol Indonesia, Danau Aneuk Laot, Gunung Api Jaboi, dan Air Terjun Pria Laot tetap menjadi magnet wisatawan yang berkunjung ke Sabang.
Bagi pemerintah daerah, pariwisata tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Aktivitas sektor ini memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM, pengelola penginapan, rumah makan, transportasi lokal, nelayan wisata, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Perkembangan ekonomi kreatif Sabang juga mendapat pengakuan melalui penghargaan Serambi Ekraf Tahun 2025 pada kategori Inovasi Motif Khas Bungong Ue dan Geulumbang.
Selain pariwisata, sektor pertanian turut menjadi fokus pengembangan. Pada awal masa kepemimpinannya, Zulkifli dan Suradji berhasil memperjuangkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian berupa traktor roda empat dan pompa air untuk kelompok tani di Sabang.
“Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu upaya yang terus kita dorong di Sabang. Dukungan alat pertanian sangat membantu masyarakat, khususnya dalam pengolahan lahan agar lebih efektif dan produktif,” ujar Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam.
Selain pengembangan padi gogo, Sabang juga memiliki potensi komoditas unggulan seperti cengkeh, salak, nilam, alpukat, kakao, kelapa, dan pinang.
Khusus kakao, komoditas ini berkembang tidak hanya sebagai hasil perkebunan, tetapi juga melalui industri pengolahan lokal yang menjadi bagian dari wisata edukasi daerah.
Di balik berbagai capaian tersebut, Pemerintah Kota Sabang terus memperkuat hubungan dengan pemerintah pusat.
Dalam satu tahun terakhir, Wali Kota Sabang aktif menjalin komunikasi dengan berbagai kementerian, lembaga pemerintah, serta anggota DPR RI guna memperjuangkan program dan anggaran pembangunan bagi daerah.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diperolehnya program pembangunan desa nelayan di tiga lokasi, yakni Gampong Jaboi, Gampong Keneukai, dan Gampong Batee Shok. Program yang didanai pemerintah pusat tersebut memiliki nilai sekitar Rp30 miliar untuk masing-masing lokasi.
Selain itu, Sabang juga memperoleh bantuan pembangunan 100 unit rumah nelayan tipe 36 serta dukungan pembangunan infrastruktur jalan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita bersyukur hubungan dengan pemerintah pusat terus terjalin dengan baik. Dukungan anggaran yang diberikan sangat membantu daerah sehingga berbagai program pembangunan dan kebutuhan masyarakat dapat berjalan optimal,” kata Zulkifli.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan.
Penguatan layanan dasar, perlindungan sosial, pengembangan sektor pariwisata, ketahanan pangan, serta perluasan sinergi dengan pemerintah pusat akan tetap menjadi fokus utama.
Melalui berbagai program dan kebijakan yang dijalankan, kepemimpinan Zulkifli H. Adam dan Suradji Junus berupaya memastikan pembangunan Kota Sabang terus berlanjut, semakin kuat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah kota paling barat Indonesia tersebut.[]
