Tokoh Agama dan Pimpinan Pesantren NTB Dukung Program MBG, Apresiasi Komitmen Pemerintah Tingkatkan Gizi Masyarakat

Editor: Syarkawi author photo

 

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Tuan Guru NTB Satukan Langkah Dukung Program Makan Bergizi Gratis/Jum'at (29/5/2026).

MATARAM – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. 

Kali ini, apresiasi dan dukungan datang dari para Tuan Guru, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh agama di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kegiatan ramah tamah bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, yang berlangsung di RM Langko, Kota Mataram, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) NTB, Ketua Muhammadiyah NTB, pimpinan BAZNAS, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Pulau Lombok.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Badan Gizi Nasional dan kalangan pesantren dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan salah satu program strategis pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan pondok pesantren dan tokoh agama menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi masyarakat. 

Mereka menilai Program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi santri dan peserta didik, tetapi juga menyasar kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menurut para Tuan Guru, pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. 

Karena itu, mereka menyambut baik langkah pemerintah yang menempatkan pemenuhan gizi sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

Dalam dialog yang berlangsung penuh keakraban, para ulama dan pimpinan pondok pesantren juga menyampaikan berbagai masukan terkait pelaksanaan program di lapangan. 

Berbagai saran tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memastikan Program MBG berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain menyatakan dukungan terhadap program tersebut, para pimpinan pondok pesantren juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atas komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Bagi kalangan pesantren, program ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. 

Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi sejak dini, diharapkan lahir generasi yang lebih sehat, produktif, dan mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menyambut baik dukungan yang diberikan para ulama dan pimpinan pondok pesantren. 

Menurutnya, keterlibatan tokoh agama dan lembaga pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam menyukseskan Program MBG di daerah.

“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan pondok pesantren menjadi salah satu kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, terbangun komitmen bersama untuk terus mendukung implementasi Program MBG agar semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu menjangkau seluruh kelompok penerima manfaat yang membutuhkan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatian dan komitmennya terhadap pemenuhan gizi masyarakat. Semoga Program Makan Bergizi Gratis terus memberikan manfaat bagi santri, anak-anak Indonesia, serta masyarakat yang membutuhkan,” ungkap para Tuan Guru dan pimpinan pondok pesantren dalam pertemuan tersebut.

Dukungan dari kalangan ulama dan pesantren di NTB ini menjadi bukti bahwa Program Makan Bergizi Gratis mendapat sambutan positif dari masyarakat. 

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, tokoh agama, dan lembaga pendidikan, program tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini