Dandim 0108/Agara Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Teger Miko, Progres Capai 83 Persen

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Tenggara – Komandan Kodim (Dandim) 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T., didampingi Bintara Tinggi Tata Urusan Dalam (Batituud) Pelda Dodi Harnizar bersama personel Kodim 0108/Aceh Tenggara meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (5/7/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus komitmen TNI Angkatan Darat untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, maupun aspek keselamatan kerja. 

Dalam kesempatan itu, Dandim juga memberikan motivasi kepada personel TNI dan masyarakat yang bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan.

Di lokasi, Dandim meninjau sejumlah bagian konstruksi yang sedang dikerjakan serta berdialog dengan personel dan warga guna mengetahui perkembangan pekerjaan maupun kendala yang dihadapi di lapangan.

Kehadirannya disambut antusias masyarakat yang sejak awal turut berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Pada tahap pekerjaan saat ini, personel TNI bersama warga melanjutkan pemasangan besi gelagar sebagai rangka utama lantai jembatan, pemasangan lantai jembatan, serta pengecatan tiang pylon yang menjadi bagian penting dari konstruksi. 

Seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan ketelitian dan standar keselamatan agar menghasilkan jembatan yang kokoh, aman, dan tahan lama.

Berdasarkan hasil peninjauan, progres pembangunan Jembatan Gantung Perintis telah mencapai sekitar 83 persen. 

Capaian tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan berkat sinergi dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.

Jembatan gantung tersebut memiliki panjang sekitar 120 meter, lebar 1,20 meter, dan tinggi sekitar 3 meter. Sementara konstruksi abutment berukuran panjang 4 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1,70 meter. 

Setelah rampung, jembatan ini akan menjadi akses vital yang menghubungkan kawasan perkebunan masyarakat Desa Teger Miko dengan wilayah sekitarnya sehingga mobilitas warga menjadi lebih mudah, aman, dan efisien.

Dalam keterangannya, Letkol Czi Arya Murdyantoro mengatakan pembangunan jembatan merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang bermanfaat secara langsung.

Menurutnya, infrastruktur yang memadai tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan akses transportasi yang lebih baik, mobilitas masyarakat akan semakin lancar sehingga distribusi hasil pertanian dan perkebunan dapat dilakukan lebih cepat, aman, dan efisien.

"Melalui pembangunan jembatan ini kami berharap masyarakat memiliki akses yang lebih baik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan," ujar Dandim.

Ia juga mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Desa Teger Miko selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, kekompakan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga hasilnya dapat segera dimanfaatkan oleh warga.

Dandim berharap semangat gotong royong tersebut terus terjaga hingga seluruh pekerjaan selesai. Selain menjadi sarana transportasi, jembatan ini diharapkan menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun daerah.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini diyakini akan membuka akses menuju kawasan perkebunan yang selama ini sulit dijangkau, mempersingkat waktu tempuh, mengurangi risiko saat menyeberangi sungai terutama pada musim hujan, serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Salah seorang warga Desa Teger Miko, Ismansyah (57), mengaku bersyukur atas pembangunan jembatan yang kini hampir rampung. 

Menurutnya, selama bertahun-tahun masyarakat harus menghadapi berbagai kesulitan saat menuju kebun, terutama ketika debit air sungai meningkat.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Dandim beserta seluruh anggota TNI yang telah bekerja bersama masyarakat membangun jembatan ini. Kehadiran jembatan nantinya akan sangat membantu kami menuju kebun dengan lebih aman, nyaman, dan cepat. Kami merasakan bahwa TNI selalu hadir membantu masyarakat. Semoga pembangunan ini segera selesai sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga," kata Ismansyah.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 83 persen, Kodim 0108/Aceh Tenggara optimistis Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko dapat diselesaikan sesuai target. 

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini