![]() |
| Muzakir Manaf (Mualem) Gubernur Aceh |
BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyambut baik pergantian kepemimpinan di Kepolisian Daerah (Polda) Aceh. Mualem berharap kehadiran Kapolda Aceh yang baru, Irjen Pol Ruddi Setiawan, semakin memperkuat sinergi antara Polda Aceh dan Pemerintah Aceh dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah melantik Irjen Pol Ruddi Setiawan di Mabes Polri pada Sabtu (4/7/2026), menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa purnatugas.
"Penyegaran di tubuh Polda Aceh diharapkan membawa ide-ide baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus merawat perdamaian di Aceh. Polda Aceh merupakan mitra strategis Pemerintah Aceh," kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin (6/7/2026).
Pada hari yang sama, Polda Aceh menggelar upacara penyerahan Pataka Machdum Sakti dari Irjen Pol Marzuki Ali Basyah kepada Irjen Pol Ruddi Setiawan dalam rangka farewell parade dan serah terima jabatan di Lapangan Mapolda Aceh. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara lepas sambut pada malam harinya.
Nurlis menyampaikan, Gubernur Mualem meyakini Irjen Pol Ruddi Setiawan merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Polda Aceh pada saat ini.
"Gubernur mengucapkan selamat datang kepada Bapak Ruddi Setiawan. Mari kita bersama-sama membangun Aceh menjadi lebih baik. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Marzuki Ali Basyah atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polda Aceh," ujar Nurlis mengutip pesan Gubernur.
Menurut Mualem, peran Polda Aceh sangat penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan dunia usaha untuk berinvestasi di Aceh.
"Ekonomi akan tumbuh apabila Aceh berada dalam kondisi aman dan nyaman. Dunia usaha sangat bergantung pada stabilitas keamanan daerah," kata Nurlis.
Selain itu, Gubernur juga menilai Polda Aceh telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, termasuk mampu mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
"Polda Aceh mampu memadukan kebijakan nasional dengan nilai-nilai budaya serta penerapan Syariat Islam yang menjadi kekhasan Aceh," ujarnya.
Lebih lanjut, Mualem mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan Polda Aceh dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
Menurut Nurlis, ajakan tersebut merupakan implementasi pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan secara efektif dan berkelanjutan.
"Dengan sinergi seluruh unsur tersebut, diharapkan pembangunan Aceh dapat berjalan lebih optimal, sementara keamanan dan perdamaian tetap terjaga," pungkasnya.[]
