Kadisdik Aceh Dukung Siswa SMK Promosikan Produk Kreatif di Car Free Day, Perkuat Jiwa Wirausaha Generasi Muda

Editor: Syarkawi author photo

 

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengunjungi stand siswa SMK pada kegiatan Car Free Day di Banda Aceh, Minggu (5/7/2026).

BANDA ACEH – Semangat kewirausahaan terus ditanamkan kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Salah satunya terlihat pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Banda Aceh, Minggu (5/7/2026), ketika para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memamerkan sekaligus memasarkan beragam produk kreatif hasil karya mereka.

Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, yang hadir untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada para siswa. Kehadirannya menjadi penyemangat bagi para pelajar untuk lebih percaya diri memperkenalkan hasil kreativitas mereka kepada masyarakat.

Beragam produk unggulan dipamerkan dalam kegiatan itu, mulai dari makanan dan minuman olahan, kerajinan tangan, produk fesyen, hingga berbagai hasil inovasi dari siswa berbagai kompetensi keahlian di SMK. Stan-stan yang berjajar di kawasan Car Free Day dipadati pengunjung yang antusias melihat sekaligus membeli produk karya para pelajar.

Murthalamuddin mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan sarana yang efektif untuk membangun mental kewirausahaan sejak dini. 

Menurutnya, lulusan SMK tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga kerja yang kompeten, tetapi juga didorong agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui usaha mandiri.

"Melalui kegiatan ini, siswa belajar memasarkan produk, berkomunikasi dengan konsumen, memahami kebutuhan pasar, hingga membangun kepercayaan diri sebagai calon wirausahawan muda. Pengalaman seperti ini sangat penting sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha," ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan vokasi terus diarahkan untuk melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, kreatif dalam menciptakan peluang usaha, serta inovatif dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar.

Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan pendidikan. 

Karena itu, promosi produk siswa di ruang publik seperti Car Free Day akan terus didorong sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.

Antusiasme masyarakat yang mengunjungi stan-stan pameran menjadi bukti bahwa produk hasil karya siswa SMK memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk komersial. 

Banyak pengunjung memberikan apresiasi sekaligus mendukung para siswa dengan membeli produk yang dipasarkan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Aceh berharap semakin banyak siswa yang berani berinovasi, mengembangkan ide-ide kreatif, serta membangun usaha sejak masih berada di bangku sekolah. 

Dengan demikian, lulusan SMK tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kampanye "SMK Bisa, SMK Hebat", sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal hasil karya generasi muda Aceh. 

Diharapkan, semangat kewirausahaan yang terus ditanamkan melalui pendidikan vokasi mampu melahirkan generasi yang mandiri, produktif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Aceh yang maju serta Indonesia yang lebih berdaya saing.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini