ACEH BARAT – Menindaklanjuti arahan Kapolri terkait jembatan darurat yang viral karena membahayakan keselamatan anak-anak sekolah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melalui Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I.K., M.H., meninjau langsung kondisi jembatan tali baja darurat di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (23/7/2026).
Jembatan darurat tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses bagi masyarakat, guru, dan para pelajar setelah jembatan utama rusak akibat bencana hidrometeorologi.
Kondisinya yang memprihatinkan dan berisiko tinggi sempat viral di media sosial karena setiap hari digunakan anak-anak untuk berangkat ke sekolah.
Dalam peninjauan tersebut, Irwasda Polda Aceh didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, Kapolres Aceh Barat, Dandim 0105/Aceh Barat, Camat Pante Ceureumen, Kepala Dinas Pendidikan, keuchik, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh masyarakat melalui tarian Ranup Lampuan yang dilanjutkan dengan prosesi peusijuek sebagai bentuk penghormatan dan doa agar seluruh rangkaian kegiatan membawa keberkahan.
Selain meninjau kondisi jembatan, Polda Aceh juga menyalurkan bantuan sosial berupa tas sekolah, alat tulis, dan perlengkapan belajar kepada siswa sekolah dasar, bantuan bagi guru dan tenaga pendidik, serta paket sembako untuk masyarakat terdampak bencana.
Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap warga, khususnya anak-anak yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan saat melintasi jembatan darurat untuk menempuh pendidikan.
Dalam keterangannya, Kombes Pol. Iskandar ZA menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Kapolri yang diteruskan oleh Kapolda Aceh untuk memastikan secara langsung kondisi jembatan yang menjadi perhatian publik.
"Atas perintah Bapak Kapolda Aceh sebagai tindak lanjut arahan Bapak Kapolri, kami hadir untuk melihat langsung kondisi jembatan ini. Kami prihatin karena anak-anak sekolah setiap hari harus melintasi jembatan yang sangat berbahaya. Hari ini kami juga menyalurkan bantuan kepada para siswa, guru, dan masyarakat sebagai bentuk kepedulian Polri," ujar Iskandar.
Ia menegaskan, Polda Aceh akan segera membangun jembatan gantung berbahan tali sling sebagai solusi sementara agar masyarakat memiliki akses penyeberangan yang lebih aman hingga pembangunan jembatan permanen direalisasikan oleh instansi berwenang.
"Jembatan yang ada saat ini sudah tidak layak digunakan dan memiliki risiko tinggi. Karena itu, Polda Aceh akan membangun jembatan gantung yang lebih kuat dan aman agar masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir," katanya.
Rencana pembangunan jembatan gantung tersebut disambut antusias oleh masyarakat Desa Sikundo. Sebagai bentuk apresiasi, warga menyerahkan hasil bumi berupa pisang, pinang, dan ikan kerling kepada rombongan Polda Aceh.
Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polda Aceh untuk hadir memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pembangunan jembatan gantung diharapkan dapat menjamin keselamatan warga, terutama para pelajar, sehingga mereka dapat mengakses pendidikan dengan aman dan nyaman.[]
