USK, UB, dan UNP Kolaborasi Percepat Pemulihan Pascabencana di Kampung Pantan Kemuning Bener Meriah

Editor: Syarkawi author photo

 


Bener Meriah – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Kolaboratif Indonesia (PMKI) guna mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Kampung Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

PMKI merupakan program kolaboratif yang digagas oleh Asosiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) Indonesia sebagai upaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui sinergi perguruan tinggi.

Program ini berlangsung mulai Mei hingga November 2026. Sementara kegiatan lapangan dan pengumpulan data dilaksanakan pada 8 Juli hingga 7 Agustus 2026.

Tim pengabdian dari USK dipimpin oleh Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng. dan Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc. Tim dari UB terdiri atas Dr. dr. Sri Soenarti, Sp.PD., K-Ger., Dr. Ns. Mukhamad Fathoni, S.Kep., MNS., Prof. Dr. Eng. Fadly Usman, S.T., M.T., serta Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, Amd.Hyp., S.T., M.Kes., IPU., ASEAN Eng. Sementara dari UNP hadir Dr. Nofi Yendri Sudiar, M.Si., Dedy Fitriawan, S.Pd., M.Si., dan Iip Permana, S.T., M.T.

Kegiatan ini juga melibatkan 15 mahasiswa USK dari Program Studi Teknik Geofisika, Teknik Elektro, dan Informatika.

Sebelum turun ke lapangan, seluruh peserta mengikuti pembekalan yang dipimpin Ketua Tim Pengabdi, Ir. Freddy Sapta Wirandha. 

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pelaksanaan program yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Harapannya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Kampung Pantan Kemuning dalam pemulihan dampak bencana serta meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan," ujarnya.

Pembekalan tersebut menjadi bekal teknis dan moral bagi mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan penguatan kapasitas ketahanan bencana.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi program yang dihadiri perangkat kampung, masyarakat, dosen pengabdi dari USK, UB, dan UNP, serta mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, tim memaparkan berbagai program yang akan dijalankan untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana melalui pendekatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Freddy menjelaskan, keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.

"Kami akan melaksanakan sejumlah program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Kami berharap masyarakat terlibat aktif sehingga terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta proses pembelajaran bersama," katanya.

Adapun program yang akan dilaksanakan meliputi pemetaan tutupan lahan, sumber daya alam, dan wilayah terdampak bencana, pemetaan potensi air bawah permukaan, pelatihan teknis dan transfer teknologi kepada masyarakat, edukasi mitigasi serta simulasi kebencanaan, pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (POKDARNA), hingga pendampingan penyusunan Qanun Gampong berbasis data dan teknologi geospasial.

Reje Kampung Pantan Kemuning, Zahrial Fikri, menyambut baik kehadiran Tim PMKI. Menurutnya, program yang dibawa sangat sesuai dengan kebutuhan desa dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

"Kami sangat berterima kasih kepada Tim PMKI yang telah memilih kampung kami sebagai lokasi pengabdian. Program-program yang akan dilaksanakan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana," ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kampung dan masyarakat untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa.

Sebagai bagian dari penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, Tim PMKI juga melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah.

Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh kegiatan selama berlangsung.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim PMKI yang telah melaksanakan program percepatan pemulihan pascabencana di daerah kami, khususnya di Kampung Pantan Kemuning yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kami siap mendukung dan bekerja sama selama pelaksanaan kegiatan," katanya.

Menurutnya, BPBD Bener Meriah juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak dalam upaya penanggulangan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.

Di sela kunjungan ke Aceh, tim dari Universitas Brawijaya juga membahas peluang kerja sama lanjutan bersama USK dan UNP yang melibatkan mahasiswa. 

Pertemuan tersebut berlangsung dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH.

Dalam pertemuan itu, Rina menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim pengabdi USK meraih hibah PMKI serta komitmennya melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan pengabdian di lapangan. 

Menurutnya, kolaborasi lintas perguruan tinggi seperti ini diharapkan terus berkembang untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pengalaman belajar mahasiswa.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini