Kuningan – Keberhasilan penyelenggaraan Gebyar Fast Respon Indonesia Center (FRIC) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan kebersamaan organisasi.
Ketua Umum DPP FRIC, H. Dian Surahman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran FRIC yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kesuksesan acara merupakan hasil kerja kolektif seluruh pengurus dan anggota yang mengedepankan semangat persatuan, loyalitas, dan kekeluargaan.
Ia menyebut keberhasilan Gebyar FRIC bukan hanya menjadi kebanggaan panitia pelaksana di Kabupaten Kuningan, tetapi juga merupakan buah sinergi seluruh jajaran FRIC dari berbagai daerah, termasuk DPW Banten, Jawa Barat, serta DPC Bogor, Sumedang, Cirebon, dan daerah lainnya. Dukungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat juga dinilai menjadi faktor penting dalam suksesnya kegiatan tersebut.
"Hari ini saya melihat bukan sekadar sebuah acara, tetapi lahirnya kekuatan besar bernama persaudaraan FRIC. Kekompakan inilah yang akan membawa organisasi ini semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan semakin dicintai oleh seluruh anggotanya," ujar H. Dian Surahman.
Dalam kesempatan itu, H. Dian Surahman memberikan penghargaan kepada Sekretaris Jenderal DPP FRIC, H. Deden Hardening, serta Ketua DPW FRIC Jawa Barat, Hj. Widaningsih, S.Pd., yang dinilainya memiliki peran besar dalam menyukseskan Gebyar Hari Bhayangkara ke-80.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sekjen DPP FRIC H. Deden Hardening dan Ketua DPW FRIC Jawa Barat Hj. Widaningsih, S.Pd. Keduanya telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kerja keras yang luar biasa sehingga kegiatan ini berlangsung sukses, aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kekompakan yang terbangun di FRIC Kuningan harus menjadi inspirasi bagi seluruh DPW dan DPC FRIC di Indonesia," katanya.
Ketua Umum FRIC menegaskan bahwa kekompakan merupakan fondasi utama organisasi. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus di semua tingkatan untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat komunikasi, dan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
"FRIC tidak boleh terpecah. Kita harus tetap satu komando, satu tujuan, dan satu semangat. Kekeluargaan, loyalitas, dan kebersamaan harus menjadi identitas FRIC dari Sabang sampai Merauke. Organisasi yang besar lahir dari persatuan, bukan dari perpecahan," tegasnya.
Lebih lanjut, H. Dian Surahman menyampaikan bahwa keberhasilan Gebyar FRIC di Kuningan akan menjadi pijakan untuk menyelenggarakan agenda nasional organisasi di berbagai provinsi.
Melalui kegiatan tersebut, FRIC ingin terus memperkuat sinergi dengan Polri, TNI, pemerintah daerah, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat.
"Kuningan telah mencatat sejarah, namun perjalanan ini tidak berhenti di sini. Saya ingin seluruh DPW FRIC bersiap menjadi tuan rumah kegiatan nasional berikutnya. Kita akan hadir di berbagai daerah membawa semangat pengabdian, kepedulian sosial, dan memperkuat sinergi untuk Indonesia," pungkasnya.
Gebyar FRIC dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 menjadi salah satu wujud komitmen organisasi dalam memperkuat kemitraan dengan Polri sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, edukasi, dan pengabdian.
Dengan mengusung semangat "Solid, Kompak, Loyal, dan Mengabdi untuk Negeri", FRIC menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis Polri, TNI, pemerintah, serta masyarakat dalam memperkuat persatuan, solidaritas, dan menjaga kondusivitas bangsa.[]
