Kodim 0108/Aceh Tenggara Bersama Warga Cor Pondasi Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Tenggara – Personel Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga melaksanakan pengecoran pondasi Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (4/7/2026). 

Pekerjaan tersebut menandai dimulainya tahapan konstruksi utama pembangunan jembatan yang diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara, anggota Yon TP, dan masyarakat setempat. 

Kebersamaan yang terjalin mencerminkan sinergi antara TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Pengecoran pondasi menjadi salah satu tahapan paling penting dalam pembangunan jembatan karena berfungsi sebagai penyangga utama seluruh konstruksi. 

Oleh sebab itu, proses pengerjaan dilakukan secara teliti dan sesuai standar teknis agar menghasilkan pondasi yang kokoh, aman, dan tahan lama.

Sejak pagi, personel TNI bersama warga telah mengangkut berbagai material bangunan, seperti semen, pasir, batu, dan besi tulangan menuju lokasi pembangunan. 

Seluruh material kemudian diolah dan dicampur sebelum dilakukan pengecoran pondasi. Meski medan yang dilalui cukup berat, semangat gotong royong tetap terjaga hingga pekerjaan berjalan lancar.

Babinsa yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Serka Musliyadi, mengatakan pondasi merupakan bagian paling vital dalam pembangunan jembatan gantung karena menjadi penopang utama seluruh konstruksi.

"Dasar pondasi menjadi penyangga utama jembatan. Karena itu, seluruh proses pengecoran harus dikerjakan dengan baik agar menghasilkan konstruksi yang kuat, kokoh, dan tahan lama. Kami bersama masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

Kolaborasi tersebut tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dan warga binaan.

Warga Desa Lawe Pinis menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Mereka secara bergantian membantu proses pengecoran, mulai dari mengangkut material hingga meratakan adukan beton. 

Kehadiran jembatan ini dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Jembatan Gantung Perintis tersebut diharapkan dapat membuka akses transportasi yang lebih aman, mudah, dan efisien bagi masyarakat Desa Lawe Pinis maupun desa-desa di sekitarnya. 

Selain memperlancar mobilitas, jembatan ini juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Secara terpisah, Danposramil Darul Hasanah, Peltu Dedi Cahyadi, menegaskan pihaknya akan terus mengawal seluruh tahapan pembangunan hingga selesai agar hasilnya sesuai dengan harapan masyarakat.

"Kami akan terus mendampingi dan mengawasi setiap tahapan pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar kualitas. Semangat gotong royong antara masyarakat dan personel TNI menjadi kekuatan besar dalam menyelesaikan pembangunan jembatan ini. Kami berharap keberadaan jembatan nantinya dapat memperlancar aktivitas warga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD melalui Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. 

Melalui semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, pembangunan jembatan diharapkan segera rampung sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat serta menjadi pendorong kemajuan pembangunan di Kecamatan Darul Hasanah dan sekitarnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini