Aceh Tenggara – Komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus diwujudkan melalui kerja nyata.
Hal itu terlihat dari keterlibatan Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama personel Yon TP 855/RD yang mempercepat pembangunan jembatan gantung di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Jumat (3/7/2026).
Pembangunan jembatan gantung tersebut menjadi salah satu proyek infrastruktur yang sangat dinantikan masyarakat karena akan menjadi akses penghubung utama bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mengatasi kendala transportasi sekaligus membuka akses yang lebih aman, cepat, dan efisien menuju fasilitas umum maupun sentra perekonomian.
Sejak pagi, personel TNI bersama masyarakat bergotong royong menyelesaikan berbagai tahapan pembangunan.
Suasana kebersamaan dan kekompakan tampak mewarnai proses pekerjaan, mencerminkan eratnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun wilayah.
Babinsa Posramil Lawe Sumur, Pelda Dody Harnizar, mengatakan saat ini pembangunan telah memasuki tahap pemasangan papan lantai jembatan yang merupakan bagian penting sebelum jembatan dapat difungsikan.
"Proses pembangunan terus kami percepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Saat ini pemasangan papan lantai menjadi fokus utama pekerjaan. Kami bersama personel Yon TP dan masyarakat bekerja maksimal dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi, ketelitian, dan keselamatan kerja," ujarnya.
Selain membantu pekerjaan fisik, kata Dody, Babinsa juga melakukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap seluruh tahapan pembangunan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan teknis dan memenuhi standar kualitas konstruksi.
Ia menegaskan, koordinasi yang baik antara Babinsa, personel Yon TP 855/RD, pemerintah desa, pelaksana lapangan, dan masyarakat menjadi kunci kelancaran pembangunan.
Sinergi tersebut membuktikan bahwa pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat apabila seluruh elemen memiliki semangat kebersamaan.
Menurutnya, sebagai aparat teritorial, Babinsa tidak hanya bertugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga mendukung program pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keberadaan jembatan gantung tersebut nantinya diyakini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Teger Miko dan sekitarnya.
Selama ini, keterbatasan akses penyeberangan menjadi kendala bagi warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian, menuju sekolah, memperoleh layanan kesehatan, maupun menjalankan aktivitas ekonomi.
Dengan selesainya pembangunan jembatan, konektivitas antarwilayah diharapkan semakin baik sehingga distribusi hasil pertanian dan perkebunan menjadi lebih lancar.
Selain itu, masyarakat akan memperoleh akses transportasi yang lebih aman dan nyaman, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Lawe Sumur.
Pelda Dody juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang setiap hari bergotong royong bersama personel TNI.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dalam setiap tahapan pembangunan. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semoga pembangunan jembatan gantung ini segera selesai sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Teger Miko dan sekitarnya," pungkasnya.
Melalui semangat gotong royong yang terus terjaga, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Kehadiran jembatan gantung tersebut tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan komitmen bersama dalam membangun Aceh Tenggara yang lebih maju dan sejahtera.[]
