ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mewajibkan para ayah meluangkan waktu untuk mengantar putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru, Senin (13/7/2026).
Kebijakan ini diambil sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kesehatan mental anak sejak dini.
Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Aceh Tamiang Nomor 400.2/2384 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah (GAMAS) dan Gerakan Ayah Membawa Rapor (GEMAR).
Program ini merupakan bagian dari implementasi gerakan nasional "Ayah Teladan Indonesia".
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, menegaskan bahwa keterlibatan aktif seorang ayah dalam pendidikan dan kehidupan keluarga tidak dapat digantikan oleh dukungan materi semata.
Menurutnya, kehadiran ayah, terutama pada momen penting seperti hari pertama sekolah, mampu memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan diri anak.
"Peran ayah dalam tumbuh kembang anak sangat penting, terutama dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kesehatan mental. Kehadiran ayah yang aktif serta terlibat secara langsung akan memberikan dampak positif yang besar terhadap perkembangan psikologis maupun sosial anak," ujar Armia Pahmi.
Untuk memastikan gerakan tersebut berjalan efektif, Bupati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan meninjau sejumlah sekolah pada hari pertama masuk sekolah.
Selain memantau pelaksanaan GAMAS, rombongan juga akan berdiskusi dengan pihak sekolah terkait pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) agar berlangsung edukatif, ramah anak, dan bebas dari praktik perundungan.
Melalui surat edaran tersebut, Pemkab Aceh Tamiang juga mengimbau seluruh instansi pemerintah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, serta perusahaan swasta agar memberikan dispensasi atau kelonggaran waktu bagi pegawai laki-laki yang akan mengantarkan anaknya ke sekolah.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap, momentum tahun ajaran baru tidak hanya menjadi rutinitas akademik, tetapi juga menjadi awal bagi para ayah untuk semakin aktif membangun komunikasi, mendampingi proses pendidikan, serta mengawal tumbuh kembang dan cita-cita anak-anak mereka.[]
