BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., melantik 12 dekan dan Direktur Sekolah Pascasarjana USK untuk masa jabatan 2026–2031. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (13/7/2026).
Pejabat yang dilantik meliputi Dr. Amiruddin, S.Pd., M.Si. sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP); Prof. Dr. Ir. Iskandar, S.T., M.Eng.Sc. sebagai Dekan Fakultas Teknik; Dr. drh. Nuzul Asmilia, M.Si. sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Hewan; serta Dr. drg. Zulfan Alibasyah, Sp.Perio. sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi.
Selanjutnya, Dr. dr. Bakhtiar, Sp.A., M.Kes. dilantik sebagai Dekan Fakultas Kedokteran; Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H. sebagai Dekan Fakultas Hukum; Prof. Dr. Ir. Sabaruddin, M.Agr.Sc. sebagai Dekan Fakultas Pertanian; Dr. A. Sakir, S.E., M.M. sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis; dan Haeqal Azief Haridhi, S.Kel., M.Sc., Ph.D. sebagai Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan.
Sementara itu, Prof. Dr. rer.nat. Ilham Maulana, S.Si. dipercaya memimpin Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dr. Hamdani M. Syam, M.A. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S. sebagai Dekan Fakultas Keperawatan, serta Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P. sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana.
Dalam sambutannya, Rektor USK menyampaikan apresiasi kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat kepada para pejabat baru yang telah menerima amanah untuk memimpin fakultas dan Sekolah Pascasarjana.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan administratif, melainkan sebuah kepercayaan besar untuk memimpin perubahan, mengembangkan potensi fakultas dan sekolah pascasarjana, serta membawa USK semakin maju dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Mirza.
Rektor menegaskan bahwa para pimpinan baru harus mampu bekerja cepat, namun tetap mengedepankan perencanaan yang matang dan terukur. Menurutnya, dinamika dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut setiap pengambil kebijakan mampu merespons perubahan dengan cepat tanpa mengabaikan kualitas perencanaan.
“Kecepatan tanpa perencanaan akan melahirkan ketidakpastian. Sebaliknya, perencanaan yang terlalu lama akan membuat kita tertinggal. Oleh karena itu, kita harus mampu menyeimbangkan keduanya, bergerak cepat dengan arah yang tepat,” katanya.
Prof. Mirza juga mengungkapkan bahwa pimpinan universitas kini memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada fakultas melalui kebijakan sharing revenue, di mana 60 persen pendapatan dikembalikan kepada fakultas sebagai bentuk penguatan otonomi dan pengembangan institusi.
Menurutnya, kebijakan tersebut harus dijawab dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dana yang dikelola diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat riset, memperluas pengabdian kepada masyarakat, mengembangkan sumber daya manusia, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berdampak luas.
“Saya berharap setiap rupiah yang dikelola benar-benar memberikan nilai tambah bagi kemajuan fakultas. Optimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, bangun kolaborasi, ciptakan inovasi, dan manfaatkan setiap peluang untuk meningkatkan daya saing fakultas maupun Sekolah Pascasarjana,” pungkasnya.(*)
