![]() |
| Koordinator Regional Aceh bersama Koordinator Wilayah Kota Banda Aceh melaksanakan Monitoring dan Evaluasi terhadap seluruh SPPG di Kota Banda Aceh. Foto: Dok. SPPG Aceh |
Banda Aceh – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Aceh terus memperkuat komitmennya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca libur sekolah.
Selain memastikan makanan bergizi tersalurkan kepada para penerima manfaat, evaluasi rutin juga dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan di setiap dapur SPPG.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Koordinator Regional (Koreg) Aceh bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Banda Aceh melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap seluruh SPPG di lima kecamatan di Kota Banda Aceh.
Kegiatan yang dimulai sejak 2 Juli 2026 itu mencakup SPPG di Kecamatan Syiah Kuala, Ulee Kareng, Kuta Alam, Baiturrahman, dan Lueng Bata.
Kepala Regional Aceh, Mustafa Kamal, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar operasional, mulai dari kesiapan dapur, pengolahan makanan, hingga pendistribusian kepada para penerima manfaat.
"Tim Koreg Aceh bersama Korwil Kota Banda Aceh turun langsung ke lapangan untuk meninjau berbagai aspek penyelenggaraan layanan," kata Mustafa Kamal, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, evaluasi dilakukan secara menyeluruh guna mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan sekaligus memastikan setiap SPPG mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen SPPG Aceh dalam menjaga mutu layanan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, yang menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.
Mustafa menjelaskan, hasil monitoring menunjukkan seluruh rangkaian pelayanan di SPPG yang dikunjungi berjalan dengan tertib dan lancar sesuai prosedur.
"Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi bahan perbaikan untuk terus meningkatkan kualitas layanan SPPG, sehingga program pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia menegaskan, monitoring dan evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar seluruh SPPG semakin disiplin dalam menerapkan standar operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan setiap penerima manfaat memperoleh makanan bergizi dengan mutu yang terjamin.
Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, SPPG Aceh diharapkan mampu terus beradaptasi dengan berbagai tantangan di lapangan sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut juga menjadi wujud komitmen Koreg Aceh dalam memastikan seluruh SPPG di wilayah Kota Banda Aceh menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal.
"Dengan pengawasan dan peningkatan kualitas yang berkesinambungan, SPPG Aceh optimistis dapat terus mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis untuk meningkatkan kualitas gizi serta membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif," pungkas Mustafa Kamal.[]
